Sampai 2015 Rusia Tak Akan Ekspor Rudal S-400 - Kompas.com

Sampai 2015 Rusia Tak Akan Ekspor Rudal S-400

Kompas.com - 03/02/2012, 23:03 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com -- Rusia tak berniat menjual sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf ke negara lain, paling tidak sampai tahun 2015. Bahkan pengiriman sistem rudal terbaru itu ke negara-negara sekutunya, seperti Belarus dan Kazakhstan, tidak akan dilakukan sebelum tahun 2014 berakhir.

Hal itu ditegaskan Anatoly Isaikin, pemimpin perusahaan eksportir senjata milik negara Rosoboronexport di Moskwa, Kamis (2/2/2012). "Sampai 2015, seluruh S-400 akan diproduksi untuk kebutuhan Rusia sendiri," ujar Isaikin.

S-400 adalah sistem rudal darat-ke-udara, generasi terbaru yang dirancang untuk menggantikan pendahulunya, S-300. Rudal, yang oleh NATO disebut SA-21 Growler, ini, akan menjadi tulang punggung pertahanan udara Rusia pada tahun 2020.

Sistem S-400 dilengkapi tiga jenis rudal yang bisa mengenai sasaran jarak dekat, jarak menengah, dan jarak jauh. Rudal tipe 40N6 yang ditembakkan sistem S-400 bisa mengenai sasaran di balik cakrawala (over the horizon/OTH) hingga jarak 400 kilometer dan ketinggian 40.000 meter hingga 50.000 meter di atas permukaan laut, atau dua kali lipat jarak tembak maksimum rudal antirudal Patriot MIM-104 buatan AS.

S-400 juga dirancang memiliki keunggulan dalam misi mencegat rudal jelajah dan rudal balistik musuh.

Sumber: RIA Novosti, globalsecurity.org


EditorNasru Alam Aziz

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X