Turki Siap Berikan Suaka

Kompas.com - 03/02/2012, 02:22 WIB
Editor

Ankara, Kamis - Turki siap memberikan suaka bagi keluarga Presiden Suriah Bashar al-Assad jika ada permintaan resmi. Hal itu diungkap Presiden Turki Abdullah Gul, seperti dikutip harian Radikal, Kamis (2/2). Adapun Amerika Serikat, Eropa, dan Liga Arab membahas kemungkinan pengasingan Assad.

”Sampai saat ini tidak ada tawaran lain,” kata Gul ketika ditanya soal sikap Turki jika mungkin ada permintaan suaka dari keluarga Assad. ”Jika ada permintaan, tentu saja hal itu akan dipertimbangkan,” tambahnya.

Rezim Suriah pimpinan Assad telah menanggapi dengan kekerasan senjata terhadap aksi protes massa yang meletus sejak medio Maret 2011. Menurut laporan PBB, lebih dari 5.400 orang tewas sejak protes dimulai, dan hingga saat ini belum juga surut.

Kekerasan senjata aparat telah menimbulkan kemarahan komunitas internasional. Turki, bersama-sama dengan Liga Arab, memelopori kecaman regional terhadap Assad. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan juga mendesak sahabatnya, Assad, untuk segera meletakkan jabatan.

Pengasingan

Sementara itu, AS, Uni Eropa, dan Liga Arab mulai membahas kemungkinan mengasingkan Assad. Meskipun demikian, ada keraguan Presiden Suriah itu mau menerima tawaran tersebut, kata pejabat Barat, Rabu.

Pembicaraan damai belum menunjukkan kemajuan dan juga tidak ada tanda-tanda Assad akan segera mundur. Sekalipun begitu, seorang pejabat mengatakan, sebanyak tiga negara bersedia membawa Assad keluar dari Suriah demi mengakhiri krisis berdarah yang sudah berjalan selama 10 bulan itu. Korban tewas akan terus berjatuhan jika rezim Assad tetap berkuasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua sumber mengatakan, tidak ada satu pun negara Eropa siap memberikan suaka bagi Assad. Tetapi, seorang pejabat mengatakan, Uni Emirat Arab mungkin berada di antara negara yang terbuka menerima tawaran untuk memberikan suaka bagi Assad dan keluarganya.

Pembicaraan tentang pengasingan itu telah muncul di tengah kuatnya tekanan internasional terhadap Assad. Pertikaian diplomatik atas resolusi yang diajukan Liga Arab di PBB bertujuan agar Assad mengalihkan kekuasaan telah memperkeruh suasana. Assad justru balik meningkatkan serangan terhadap aksi massa prodemokrasi yang dipelopori kubu oposisi.

Gedung Putih terus menekan Assad selama berminggu-minggu ini. Dia diberi batas waktu yang harus dipikirkan dengan matang. Belum jelas apakah tenggat ini sebagai bukti upaya membujuk pemimpin Suriah dan keluarganya untuk memahami kesempatan yang baik, yaitu keluar dari kekuasaan. Bukan malah mempertaruhkan nasibnya seperti pemimpin Libya, almarhum Moammar Khadafy yang diburu dan dibunuh dengan sadis oleh kelompok oposisi tahun lalu.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.