Empat Pria Inggris Mengaku akan Serang Bursa London

Kompas.com - 02/02/2012, 04:00 WIB
EditorLatief

LONDON, KOMPAS.com - Empat pria Inggris keturunan Pakistan dan Bangladesh mengaku bersalah merencanakan serangan bom di London Stock Exchange. Pengakuan mereka terungkap di Pengadilan Woolwich, London, Rabu (1/2/2012).

Mohammed Chowdhury, Shah Rahman, Gurukanth Desai, dan Abdul Miah, mengaku merencanakan tindak terorisme dengan cara akan menempatkan bom rakitan di toilet bursa saham London pada Desember 2010. Keempatnya merupakan bagian dari sembilan orang yang menghadapi sidang di London dengan dakwaan merencanakan serangan di London Stock Exchange dan sejumlah sasaran terkenal lain.

Tim penuntut Andrew Edis menerima argumen bahwa mereka belum berencana membunuh siapa pun.

"Niat mereka adalah untuk menimbulkan teror dan menimbulkan kerugian ekonomi serta gangguan," kata Edis.

''Namun dengan metode yang mereka, berarti ada risiko orang-orang akan terbunuh atau terluka," tambahnya.

Daftar sasaran

Jaksa penuntut mengatakan meski mereka bukan anggota jaringan al Qaida, mereka terinspirasi oleh jaringan teror itu dan khususnya terinspirasi oleh Anwar al Awlaqi, yang diduga menjadi pemimpin kelompok al Qaida di Yaman. Anwar al Awlaqi tewas pada September 2011, diduga akibat serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat.

Keempatnya semula menyanggah dakwaan yang mereka hadapi, tetapi kemudian menyatakan bersalah dan juri pun dibubarkan. Mereka akan dijatuhi hukuman pekan depan.

Mohammed Chowdhury (21 tahun) dan Shah Rahman (28 tahun) berasal dari London. Dua bersaudara Gurukanth Desai (30 tahun) dan Abdul Miah (25 tahun) berasal Cardiff, Wales. Ketika polisi menciduk mereka pada 20 Desember 2010, mereka mengatakan penangkapan tersebut merupakan penangkapan antiteror terbesar selama dua tahun terakhir.

Polisi menyita tulisan tangan tentang daftar sasaran yang akan diserang, antara lain walikota London, dua pendeta agama Yahudi dan kedutaan besar Amerika Serikat di London. Di pengadilan terungkap bahwa Chowdhury dan Rahman, pada 28 November 2010 diketahui melakukan observasi di beberapa tempat terkenal, antara lain Big Ben, Westminster Abbey, dan London Eye.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.