NATO: Pakistan Bantu Taliban

Kompas.com - 02/02/2012, 03:03 WIB
Editor

Kabul, Rabu - Sebuah dokumen rahasia aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara menuding intelijen Pakistan diam-diam membantu Taliban Afganistan. Dokumen yang bocor ke media tersebut bertajuk ”State of the Taliban”. Hal itu menjadi duri dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar ke Kabul, Afganistan, Rabu (1/2).

Kebocoran dokumen itu membuat kunjungan satu hari Khar ke Kabul terasa hambar. Lawatan yang bertujuan mencairkan kebekuan hubungan antardua negara bertetangga itu justru dirusak oleh tuduhan timbal balik atas kekerasan di kedua negara.

Dokumen, seperti dirilis The Times dan kantor berita BBC, merujuk keterangan pejuang Taliban yang ditahan dan diungkapkan ke Komandan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bulan lalu di Afganistan.

Laporan NATO itu mengklaim Islamabad melalui agen-agen Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan ”terlibat erat” dengan para pejuang. Taliban menganggap kemenangan tidak terelakkan, dan kelak bisa diraih saat tentara Barat pergi tahun 2014. Seorang juru bicara pasukan NATO di Afganistan memperingatkan, dokumen itu bukan analisis tentang kemajuan kampanye militer.

Menurut BBC, laporan itu didasarkan pada materi 27.000 interogasi atas 4.000 pejuang Taliban dan Al Qaeda yang berhasil ditangkap, juga pejuang asing dan warga sipil. ”Manipulasi Pakistan atas kepemimpinan senior Taliban terus berlangsung diam-diam,” kata dokumen rahasia itu.

Menurut juru bicara NATO di Afganistan, Letnan Kolonel Jimmie Cummings, dokumen yang bocor itu dapat memberikan beberapa contoh untuk mewakili pendapat dan cita-cita Taliban. Namun, hal itu jelas tidak boleh dipakai sebagai interpretasi tentang kemajuan kampanye.

”Dokumen rahasia itu adalah kompilasi dari pendapat tahanan Taliban dan cita-cita berdasarkan komentar mereka saat berada di dalam tahanan. Sangat penting bahwa konteks ini harus dipahami dan supaya publik tak menarik kesimpulan berdasarkan opini Taliban,” kata Cummings.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manipulasi Pakistan atas kepemimpinan senior Taliban terus berlangsung diam-diam. Dalam laporan itu juga disebutkan kekuatan, motivasi, dan pendanaan Taliban. ”Banyak warga Afganistan menguatkan diri untuk mengembalikan kekuatan Taliban,” tulis laporan itu.

Menolak

Pejabat Pemerintah Afganistan menolak laporan itu. Pakistan balik menyerang dan mengatakan mereka tak layak mengomentari.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.