Warga Ukraina Protes Kehadiran Kapal Perang AS - Kompas.com

Warga Ukraina Protes Kehadiran Kapal Perang AS

Kompas.com - 26/01/2012, 23:15 WIB

SEVASTOPOL, KOMPAS.com — Sekitar 100 aktivis anti-Barat membakar replika bendera Amerika Serikat di kota pelabuhan Sevastopol, Ukraina selatan, Kamis (26/1/2012). Aksi itu dilakukan untuk memprotes kedatangan kapal penjelajah USS Vella Gulf milik Angkatan Laut AS, di kota di tepi Laut Hitam itu.

Selama di Ukraina, Vella Gulf akan melakukan berbagai latihan, termasuk latihan antipembajakan di laut, dengan AL Ukraina.

Para aktivis, yang sebagian besar terdiri atas orang-orang yang sudah berusia lanjut itu, meneriakkan seruan "Yankee Go Home" dan berbagai cacian lain saat kapal penjelajah berpeluru kendali itu datang. Mereka menentang kerja sama negara eks-Uni Soviet dengan AS dan NATO.

Di bawah pemerintahan Presiden Viktor Yanukovich, Ukraina melepas harapan untuk diterima sebagai anggota NATO, tetapi melanjutkan kerja sama militer dengan AS dan anggota NATO lainnya.

Sebagian besar warga Ukraina, terutama di kawasan timur dan selatan yang masih pro-Rusia, tidak menyukai kedekatan negaranya dengan Barat.

USS Vella Gulf (CG-72) adalah kapal penjelajah kelas Ticonderoga. Kapal sepanjang 173 meter ini dilengkapi dengan sistem pertahanan antirudal Aegis, dan membawa 122 rudal berbagai jenis. Kapal ini juga mengangkut dua helikopter Seahawk. (AP/DHF)


EditorAgus Mulyadi

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X