Penentang Larangan Mengemudi Tewas Kecelakaan

Kompas.com - 25/01/2012, 12:29 WIB
EditorEgidius Patnistik

JEDDAH, KOMPAS.com - Seorang perempuan Arab Saudi yang menentang larangan mengemudi bagi perempuan di kerajaan itu tewas dan temannya terluka ketika mobil mereka terbalik.

Seorang juru bicara polisi mengatakan, perempuan itu tewas seketika sementara temannya harus dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat karena menderita sejumlah luka. Mereka berada dalam sebuah kendaraan roda empat ketika kecelakaan itu terjadi di Provinsi Hael yang terletak di utara negara itu pada Sabtu (21/1/2012) malam.

"Seorang perempuan tewas seketika dan temannya yang mengendarai mobil itu dirawat di rumah sakit setelah ia menderita sejumlah luka," kata juru bicara polisi, Abdulaziz al-Zunaidi, kepada AFP.

Arab Saudi yang ultra-konservatif merupakan satu-satunya negara di dunia yang tidak menginzinkan perempuan mengemudi mobil. Larangan mengemudi hanya salah satu dari sejumlah pembatasan yang dikenakan pada perempuan di kerajaan itu. Kaum perempuan Saudi juga wajib bercadar di depan umum dan tidak boleh melakukan perjalanan kecuali disertai suami atau saudara laki-laki dekat.

Namun, mereka bisa berada di belakang kemudi saat di berada daerah gurun yang jauh dari ibukota. Kantor berita AFP memberitakan, ada sejumlah insiden yang dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir tentang perempuan yang tewas dalam kecelakaan saat mengemudi meskipun ada larangan itu. Pada November 2010, seorang perempuan Saudi yang menentang larangan mengemudi tewas bersama tiga dari 10 penumpang perempuannya ketika mobilnya terbalik.

Sekelompok aktivis perempuan Saudi telah melancarkan kampanye di internet tahun lalu yang mendesak perempuan Saudi menentang larangan mengemudi. Ikon kampanye itu, Manal al-Sherif, seorang konsultan keamanan komputer berusia 32 tahun, ditangkap pada 22 Mei dan ditahan selama 10 hari setelah ia mem-posting di YouTube video dirinya sedang mengendarai mobil di sekitar kota Khobar di timur negara itu.

Al-Sherif dan sekelompok perempuan lain membuat akun di Facebook dengan ajakan 'Ajarilah saya cara mengemudi sehingga saya bisa melindungi diri sendiri.' Mereka mendesak pemerintah untuk mencabut larangan mengemudi.

Lima perempuan Saudi ditangkap saat mengemudi pada akhir Juni tahun lalu di Jeddah. Pada September, seorang perempuan Jeddah bernama Shayma Jastaniah dinyatakan bersalah karena mengemudi di jalanan. Dia dijatuhi hukuman cambuk 10 kali karena pelanggaran itu meskip ia mengantongi surat ijin mengemudi internasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X