Perempuan Ini Wali Kota Termuda Jepang

Kompas.com - 23/01/2012, 17:02 WIB
EditorKistyarini

TOKYO, KOMPAS.com - Pemilih dalam pemilihan umum di Jepang telah memilih seorang perempuan berusia 36 tahun, sebagai wali kota termuda di negeri yang didominasi politisi laki-laki tua itu.

Wali kota termuda itu adalah Naomi Koshi, lulusan sekolah hukum Harvard, Amerika Serikat. Dia berhasil menduduki jabatan wali kota Otsu-- ibu kota Prefektur Shiga-- setelah berhasil mengalahkan calon petahana, seorang politikus berusia 70 tahun. 

Gubernur Prefektur Shiga juga seorang perempuan. Dengan demikian, ini kali pertama terjadi di Jepang, dua jabatan penting di satu wilayah dipimpin oleh perempuan.

Naomi Koshi, yang didukung partai Perdana Menteri Jepang Yoshisiko Noda, Partai Demokrat, mengalahkan Makoto Mekata (70).

" Saya ingin bekerja untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak dan pelayanan lainnya," ujar Naomi Koshi kepada pendukungnya seperti dikutip harian Mainichi Shimbun, Minggu (22/1/2012).

Hanya sedikit perempuan yang menjadi pemimpin bisnis dan politik di Jepang. Laporan pemerintah menyebutkan hanya ada sekitar 11 persen anggota parlemen rendah nasional dan satu persen perempuan yang menjadi pemimpin perusahaan.

Minimnya tempat penitipan anak dituding menjadi penyebab sedikitnya perempuan yang menjadi pejabat di Jepang. Hal itu juga berdampak pada turunnya angka kelahiran di negara itu. Kaum perempuan lebih mengejar karier daripada direpotkan dengan urusan anak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X