Serangan Boko Haram Tewaskan 156 Orang

Kompas.com - 22/01/2012, 08:19 WIB
EditorKistyarini

LAGOS, KOMPAS.com - Kekerasan di Nigeria terus berlanjut. Pemerintah memberlakukan jam malam selama 24 jam di Kano, kota di wilayah utara negara itu setelah serangkaian serangan bersenjata dan ledakan bom terhadap fasilitas-fasilitas pemerintah telah menewaskan sekitar 150 orang, Sabtu (21/1/2012).

Seorang pejabat militer mengatakan setidaknya 156 orang tewas dan jumlah itu kemungkinan bertambah mengingat jumlah korban luka cukup banyak. "Rumah sakit-rumah sakit tidak siap untuk menghadapi arus pasien dan parahnya luka mereka, jadi kami memperkirakan jumlah itu akan terus bertambah," katanya kepada CNN.

Menurut petugas informasi Palang Merah di Abuja, Nwankpa Nwankpa, 50 orang terluka dalam serangan-serangan yang terkoordinasi itu. Dikatakannya operasi pencarian dan penyelamatan telah dilakukan dan para relawan membantu untuk merawat yang terluka.

Serangan-serangan itu menyasar sejumlah kantor dan barak polisi, serta sebuah gedung tempat inspektur umum polisi di Kano, kota terbesar kedua di Nigeria. Sebuah kantor paspor, beberapa markas aparat keamanan, serta kantor imigrasi juga menjadi sasaran.

Warga yang ketakutan berlindung di rumah masing-masing, kata Pendeta Murtala Mati dari Asosiasi Kristen Niegeria. "Pemerintah memang berusaha, tetapi kami semua takut," lanjutnya.

Para penyerang menyerbu sebuah kantor polisi, membebaskan tahanan, dan mengebom bangunan itu, kata pihak berwenang. Mereka kemudian mengelilingi area itu dengan konvoi sepeda motor yang dipimpin sebuah mobil, sambil menembaki sasaran.

Menurut wartawan Daily Trust, kelompok radikal Islam Boko Haram menelepon surat kabar itu dan menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Nigeria kini menutup perbatasannya dengan Kamerun dan Niger, yang dituduh membiarkan kaum militan masuk dengan bebas ke Nigeria. Pemerintah memberlakukan keadaan darurat diberlakukan di kota itu dan mengerahkan tentara secara besar-besaran ke wilayah utara negeri itu.

Ketua komisi Uni Afrika mengecam keras kekerasan-kekerasan yang terjadi kemarin dan menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban serta orang-orang yang terluka. Uni Afrika menolak semua bentuk terorisme dan memberi dukungan penuh bagi Nigeria untuk menghentikan segala bentuk teror, demikian pernyataan organisasi tersebut.

Pada Desember lalu, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mendeklarasikan keadaan darurat di empat negara bagian di wilayah utara. Deklarasi itu diikuti dengan serangkaian serangan di Hari Natal terhadap gereja-gereja. Pemerintah menuduh Boko Haram berada di balik serangan tersebut.

Aparat keamanan berhasil menangkap orang yang diduga sebagai dalang serangan. Namun orang bernama Kabiru Sokoto itu berhasil kabur ketika polisi hendak memindahkannya ke penjara lain.

Sejumlah polisi dan seorang komisioner setelmat diperiksa terkait kaburnya Sokoo. Polisi juga menyediakan hadiah sebesar 50 juta naira bagi siapapun yang bisa memberi informasi yang hingga Sokoto bisa ditangkap kembali.

Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah utara Nigeria dilanda kekerasan berlatar belakang agama. Salah satunya serangan yang menewaskan setidaknya 25 warga Kristen awal bulan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X