Taliban Izinkan Vaksinasi Polio

Kompas.com - 18/01/2012, 13:19 WIB
EditorKistyarini

KABUL, KOMPAS.com — Taliban Afganistan mengizinkan pelaksanaan vaksinasi polio di kawasan konflik di perbatasan Afganistan-Pakistan. Juru bicara kelompok tersebut menyatakan hal itu melalui surat elektronik kepada CNN, Selasa (17/1/2012).

Pernyataan tersebut dikeluarkan sehari setelah Presiden Hamid Karzai meminta Taliban dan kelompok gerilyawan lainnya untuk mengizinkan tim vaksinasi polio. Sikap kooperatif Taliban itu dilakukan di tengah upaya perundingan damai yang tengah berlangsung di negara itu.

Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, mengatakan, para gerilyawan diinstruksikan untuk membiarkan pelaksanaan vaksinasi sepanjang pekerja sosial tidak menggunakan fasilitas pemerintah.

"Pelaksana vaksinasi polio tidak boleh menggunakan fasilitas pemerintah, termasuk kendaraan dan tentara, dan mereka harus menggunakan peralatan sendiri supaya bisa melaksanakan sendiri program tersebut," tulis Mujahid dalam surat elektronik tersebut. Mujahid menambahkan, Taliban selalu mendukung vaksinasi.

Sebelumnya, istana kepresidenan Afganistan meminta Taliban tidak menghalangi program penting tersebut. "Meskipun jutaan anak sudah divaksinasi polio sebelumnya, masih banyak anak yang menderita penyakit tersebut di kedua sisi Durand Line," kata Karzai. Durand Line merupakan perbatasan antara Afganistan dan Pakistan.

Istana juga menyatakan, "Presiden mengimbau para alim ulama, mullah, pemimpin, dan sesepuh masyarakat untuk bekerja sama dengan tim imunisasi dengan cara memengaruhi pihak oposisi agar mengizinkan para pelaksana vaksinasi melaksanakan tugasnya untuk mencegah anak-anak mengalami kelumpuhan permanen."

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat empat negara yang tidak bisa menghentikan penyebaran polio, yakni Afganistan, India, Nigeria, dan Pakistan. Negara-negara itu menghadapi sejumlah kendala, seperti keamanan, serta buruknya sistem kesehatan dan sanitasi.

Menurut WHO, polio bisa menyebar dari negara-negara endemis ke anak-anak dari negara-negara lain dengan vaksinasi yang tidak memadai. Laporan dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Afganistan menunjukkan jumlah penderita polio meningkat tiga kali lipat pada 2011 dibandingkan pada 2010.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.