AS Tuduh Iran Pasok Senjata ke Suriah

Kompas.com - 14/01/2012, 14:01 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) yakin Iran memasok amunisi untuk membantu Suriah menindak tegas pemrotes. Pasokan itu atas inisiatif pemimpin pengawal revolusi Teheran, kata para pejabat senior AS kepada AFP, Jumat (13/1/2012).

Qasem Soleimani, kepala pasukan elite Korps Pengawal Revolusi Iran, Quds, berada di ibu kota Suriah, Damaskus bulan ini, kata seorang pejabat. Keberadaannya di Damaskus, menurut Washington, merupakan tanda paling nyata Iran memberi bantuan kepada Suriah, termasuk perangkat keras militer. "Kami yakin ia diterima oleh para pejabat tinggi pemerintah Suriah termasuk Presiden Bashar al-Assad," kata pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu. "Kami kira ini berkaitan dengan dukungan Iran pada usaha-usaha pemerintah Suriah untuk menekan rakyatnya."

Pejabat itu mengatakan, Washington yakin Iran memasok peralatan terkati keamanan "termasuk mesiu" ke pasukan Suriah. "Pemerintah AS yakin Iran telah memasok amunisi ke Suriah untuk digunakan militer dalam menindak para pemrotes," katanya.

AS telah lama mencurigai Iran membantu Suriah dalam menindak para pemrotes sementara Bashar berusaha memperkuat kekuasaan dan menghidari nasib seperti yang dialami para diktator Arab yang jatuh akibat pemberontakan rakyat (Arab Spring). Seorang pejabat lainnya mengatakan, kunjungan Soleiman merupakan indikasi paling kuat bagi kerja sama langsung sekutu-sekutu itu di tengah aksi kekerasan yang menurut PBB telah menewaskan lebih dari 5.000 orang sejak Maret. Pejabat itu tidak merinci lebih jauh mengenai informasi yang menyimpulkan bahwa Teheran memberikan peralatan keamanan dan amunisi kepada angkatan bersenjata Suriah.

Soleiman yang berpengaruh di sebut-sebut oleh sejumlah pengamat sebagai orang yang mungkin menggantikan Presiden Mahmud Ahmadinejad dan berulang kali telah menjadi sasaran sanksi-sanksi PBB. Washington tahun lalu menuduh dia memiliki hubungan dengan satu komplotan pasukan Quds yang hendak membunuh duta besar Arab Saudi untuk Washington. Komplotan itu menyewa para pembunuh dari satu kartel narkoba Meksiko dengan upah 1,5 juta dollar AS.

Tuduhan terbaru itu muncul saat AS terlibat konflik kian tegang dengan Teheran menyangkut program nuklir negara itu. Ketegangan maritim antara kedua negara meningkat di Selat Hormuz, satu rute penting  bagi pengiriman minyak. Washington memperingatkan Iran bahwa AS tidak akan menoleransi setiap usaha untuk menutup  selat itu. Sementara Iran semakin geram akibat dampak sanksi-sanksi AS dan internasional yang bertujuan untuk menghentikan program nuklirnya.

Tanda-tanda kerja sama langsung antara Pengawal Revolusi Iran dan Suriah terlihat sepekan setelah Mahmud Suleiman Haj Hamad, mantan pejabat pemerintah Bashar, menuduh Iran dan Irak membiayai represi Suriah terhadap para pemerotes. Haj Hamad mengutarakan itu kepada wartawan di Kairo setelah mengumumkan pembelotannya dari rezim itu, lapor stasiun televisi Al-Jazeera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Iran juga mendukung Suriah setelah Liga Arab menangguhkan keanggotaan Damaskus terkait tindakan represif pemerintah Bashar. Teheran khawatir Suriah,sekutu regional utamanya, akan ambruk. Jika rezim Bashar tumbang, hal itu akan menyebabkan Iran semakin terkucil  di kawasannya itu saat . Pada waktu bersamaan Iran harus menghadapi sanksi-sanksi internasional. Iran menuduh musuh-musuh tradisionalnya Israel dan AS memprovokasi kerusuhan di Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.