Assad Janji Gelar Referendum Konstitusi

Kompas.com - 11/01/2012, 02:30 WIB
Editor

Kairo, Kompas - Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam pidatonya, Selasa (10/1), berjanji menggelar referendum atas konstitusi baru pada awal Maret, disusul penyelenggaraan pemilu pada Mei atau Juni. Dalam pidato keempat sejak meletusnya revolusi Suriah, Maret 2011, Assad mengecam keras peran Liga Arab di negerinya.

Kubu oposisi segera menolak pidato Presiden Suriah itu. Mantan Duta Besar Suriah untuk Swedia yang kini bergabung dengan oposisi, Bassam al-Emadi, kepada televisi Aljazeera mengatakan, kubu oposisi tidak percaya dengan janji-janji Assad. Janji Assad itu bukan hal baru dan sudah disampaikan sejak beberapa tahun lalu, namun tidak pernah dilaksanakan.

Menurut Al-Emadi, tawaran Assad itu sangat terlambat setelah ribuan rakyat Suriah tewas oleh tembakan aparat keamanan. ”Kami tidak bersedia membuka dialog dengan rezim yang membunuh rakyatnya sendiri,” ujar Al-Emadi.

Adapun Assad dalam pidatonya mengatakan, setelah komite konstitusi menyelesaikan tugasnya akan digelar referendum atas konstitusi baru itu pada awal Maret, disusul pemilu pada bulan Mei atau Juni. Menurut Assad, komite konstitusi kini pada tahap akhir penyusunan konstitusi baru itu.

Ia menjelaskan, proses reformasi di Suriah harus berjalan dua arah sekaligus, yaitu reformasi politik dan aksi penumpasan terhadap teroris. Ia menegaskan, reformasi politik saja tidak cukup untuk menyelesaikan krisis.

Dijelaskan pula, jadwal waktu penyelenggaraan pemilu parlemen berkaitan dengan konstitusi baru dan akan memberi waktu pada kekuatan-kekuatan politik untuk mempersiapkan diri.

Assad menambahkan, akan terjadi perubahan besar atas struktur negara dan partai Baath yang berkuasa di Suriah. ”Kami akan melakukan perubahan dan akan menggelar kongres partai, serta akan memilih pimpinan partai baru yang berintikan dari para pemuda,” ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Assad lalu menyerukan kubu oposisi melakukan dialog. ”Dari kami tidak ada batasan dalam menggelar dialog. Kami siap memulai dialog besok, tetapi sebagian kelompok oposisi tidak siap,” tuturnya.

Assad lalu menuduh elemen regional dan internasional berupaya memanipulasi keadaan dan memperpuruk citra Suriah. Sebagian pihak dinilai ingin menjerumuskan Suriah ke dalam kekalahan secara psikologis serta melumpuhkan tekad Suriah sehingga ambruk.

Assad menyebut, lebih dari 60 stasiun televisi, puluhan situs internet, dan media cetak bekerja menyudutkan Suriah. Dia juga mengecam Liga Arab dan menyebut organisasi negara-negara Arab itu cermin dari kondisi buruk dunia Arab saat ini.

”Liga Arab adalah cermin dari situasi keterpurukan dunia Arab dan berjalan dari buruk ke lebih buruk. Apa yang sebelum ini terjadi dalam rahasia, kini sudah mengemuka di atas permukaan dengan atas nama mewujudkan kemaslahatan umum,” ujar Assad. (mth)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.