ASEAN Perluas Pengembangan Pariwisata

Kompas.com - 10/01/2012, 02:57 WIB
Editor

Jakarta, Kompas-  Pengembangan industri pariwisata di wilayah Asia Timur menjadi agenda utama dalam ASEAN Tourism Forum yang digelar 8-15 Januari di Manado, Sulawesi Utara. Peran negara-negara mitra sangat diharapkan untuk mewujudkan target tersebut. Setidaknya 1.300 pelaku industri pariwisata hadir dalam pertemuan tersebut.

”ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara) harus menjadi daerah tujuan wisata kelas dunia,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di Jakarta, Senin (9/1). Untuk itu, sasaran pertemuan ASEAN Tourism Forum (ATF) di Manado diharapkan dapat menghasilkan pengesahan kerja sama pariwisata ASEAN- India dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ASEAN-India Tourism Cooperation, kesepakatan mengenai Tourism Marketing Strategy 2011- 2015, sekaligus memperkenalkan destinasi pariwisata Indonesia, terutama Sulawesi Utara.

Pelaku industri itu terdiri dari 400 pembeli dan 900 penjual dari semua negara ASEAN. Diharapkan momentum itu dimanfaatkan untuk saling memperkuat antarsesama anggota ASEAN di tengah kondisi ekonomi global yang mengalami krisis.

”Manado sengaja dipilih sebagai lokasi untuk memperkenalkan sisi pariwisata Indonesia lainnya. Indonesia itu tidak hanya Bali atau Jakarta. Masih banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi turis mancanegara, dan Manado salah satunya,” papar Mari. Indonesia pernah menjadi tuan rumah konferensi ATF tahun 1986 di Bandung, Jawa Barat, serta di Jakarta dan Yogyakarta tahun 1991 dan 1996.

Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar di Jakarta, lebih dari 73 juta wisatawan berkunjung ke kawasan ASEAN tahun 2010. Jumlah itu meningkat 11 persen dibandingkan dengan tahun 2009. Dari angka itu, sekitar 47 persen di antaranya merupakan perjalanan intra-ASEAN. ”Bagi Indonesia, kondisi itu menguntungkan. Tahun 2010, dari 7 juta wisman ke Indonesia, sebanyak 43 persen dari ASEAN,” ujarnya.

Mengawali rangkaian kegiatan ATF, ASEAN National Tourism Organisations Meeting Ke-35 diselenggarakan pada 8 Januari 2012. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan rutin enam bulan sekali pada tingkat pejabat senior. Pertemuan sebelumnya berlangsung di Luang Prabang, Laos, Juli 2011. (ENY)

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X