Akankah Era George W Bush Terulang?

Kompas.com - 08/01/2012, 06:20 WIB
EditorJimmy Hitipeuw
Oleh Dahono Fitrianto


KOMPAS.com
- Dalam wawancara dengan majalah Rolling Stone (2008), vokalis band rock Coldplay asal Inggris, Chris Martin, mengatakan, warga seluruh dunia harusnya dilibatkan dalam setiap pemilihan presiden Amerika Serikat. Pasalnya, kebijakan presiden AS secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh pada kehidupan semua orang di planet ini.

Martin tentu saja bukan seorang pakar politik, tetapi kegelisahannya itu mewakili kegelisahan banyak orang. Bisa dikatakan, tak ada tempat di dunia ini yang luput dari sentuhan pengaruh Amerika Serikat, satu-satunya negara adidaya yang masih tersisa di dunia.

Itu sebabnya, proses pemilihan presiden AS, seperti yang sedang berlangsung saat ini, selalu menarik untuk diikuti. Dunia perlu tahu sosok seperti apa yang kira-kira akan menjadi presiden AS, dan kebijakan luar negeri apa yang akan ia ambil, yang akan berdampak bagi warga dunia.

Tahun ini, mata dunia terpusat pada enam kandidat calon presiden (capres) yang masih tersisa dari Partai Republik. Salah satu dari mereka akan menjadi penantang Barack Obama dalam pemilu presiden AS, November nanti. Siapa tahu, sang penantang akan menggantikan Obama memimpin AS selama empat tahun ke depan.

Lalu, seperti apa pemikiran para kandidat republiken itu tentang dunia dewasa ini, dan kebijakan apa saja yang akan mereka ambil? Jawaban pertanyaan ini, sayangnya, tak terlalu menjanjikan masa depan yang menyenangkan bagi dunia.

Leslie H Gelb, Presiden Emeritus Council on Foreign Relations (CFR), mengatakan, seluruh kandidat capres Republik, kecuali Ron Paul dan Jon Huntsman, terkesan tak mengikuti perkembangan dunia akhir- akhir ini, terutama terkait fakta bahwa kekuatan ekonomi saat ini lebih penting dalam percaturan dunia daripada kekuatan militer semata.

”Para serigala republiken itu masih berteriak-teriak soal dunia yang telah berlalu, yang penuh dengan ancaman militer, (atau) dunia yang dihuni hantu-hantu global yang harus ditumpas dengan perang atau (teknik penyiksaan) waterboarding,” tulis Gelb dalam kolomnya di The Daily Beast, 27 November tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Haus perang

Salah satu kandidat, mantan senator Rick Santorum, yang selalu tampil sebagai orang saleh dan taat beragama saat kampanye, tak ragu-ragu menegaskan ia akan mengebom Iran untuk menghentikan program nuklir negara itu. ”Kadang kala, para ilmuwan yang bekerja untuk program nuklir Iran ditemukan telah mati. Saya rasa itu hal yang bagus,” kata Santorum dalam pidato kampanye, Oktober 2011, seperti dikutip ABC News.

Dua calon lain—yakni mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney dan mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich—juga terang-terangan mendukung perang terhadap Iran. Dalam pidato kampanyenya, November lalu, Romney bahkan mengatakan, jika Obama terpilih kembali, Iran dipastikan akan memiliki senjata nuklir.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X