Exxon Dapat Ganti Rugi

Kompas.com - 03/01/2012, 02:15 WIB
Editor

Caracas, Senin - Sebuah badan arbitrase internasional menetapkan ganti rugi bagi Exxon Mobil Corp sekitar 908 juta dollar Amerika Serikat karena nasionalisasi asetnya oleh Venezuela tahun 2007—kurang dari 10 persen dari yang dituntut perusahaan minyak raksasa AS itu.

Presiden Venezuela Hugo Chavez kemungkinan besar akan merayakan putusan itu sebagai pembenaran dari konfrontasi nasionalisnya menghadapi perusahaan-perusahaan minyak di negerinya. Ini sebuah langkah yang bertujuan meningkatkan pendapatan dari industri itu guna mendanai program-program mengatasi kemiskinan di negara itu.

Namun, Venezuela menghadapi kasus arbitrase lain dengan Exxon mengenai nasionalisasi proyek minyak Cerro Negro dan belasan klaim dari perusahaan- perusahaan seperti ConocoPhillips karena gelombang pengambilalihan aset-aset perusahaan itu oleh negara.

”Mereka pasti sangat gembira bahwa mereka hanya harus membayar sesedikit itu,” kata Russ Dallen, pialang pada bank investasi Caracas Capital Markets.

”Namun, hal yang memberi harapan bagi Exxon adalah ini baru yang pertama dari dua proses arbitrase,” katanya.

Exxon mengatakan pada hari Minggu, International Chamber of Commerce (ICC) memutuskan bahwa perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, ”memang memiliki kewajiban kontrak kepada Exxon Mobil. ICC menetapkan ganti rugi tersebut sebesar 907.588.000 dollar AS”.

Keputusan itu dibuat Mahkamah ICC, badan berbasis di Paris yang menyebut dirinya lembaga utama dunia untuk mengatasi pertikaian bisnis lintas batas dan yang mengatakan telah menangani beberapa ratus kasus setahun sejak 1999.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Exxon telah menuntut hingga 10 miliar dollar AS sebagai ganti rugi untuk proyek peningkatan minyak mentah beratnya di Venezuela, yang dinasionalisasi oleh Chavez bersama tiga proyek lain. Penetapan ganti rugi itu kurang dari 1 miliar dollar AS yang ditawarkan Venezuela sebagai ganti rugi bulan September.

Selain klaim ICC, Exxon juga mengajukan arbitrase pada International Centre for Settlement of Investment Disputes dari Bank Dunia mengenai isu yang sama. Jubir Exxon mengatakan, kasus itu dijadwalkan untuk dibicarakan pada bulan depan dan tanggal putusan belum diketahui.

Pertikaian antara Exxon dan Chavez menjadi simbol dari konflik antara negara-negara yang menginginkan lebih banyak pendapatan dari industri minyak yang tengah booming dan perusahaan-perusahaan yang berpegang pada perjanjian investasi serta kompensasi bagi pengambilalihan oleh negara.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.