Menkes Kecam Penembakan Dokter Indonesia di Somalia

Kompas.com - 30/12/2011, 11:51 WIB
Penulis Hindra Liu
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih mengecam penembakan seorang dokter asal Indonesia di Mogadishu, Somalia, Kamis (29/12/2011). Endang mengatakan, seorang pekerja kesehatan terbebas dari segala tindakan kekerasan ketika bertugas di daerah konflik.

Ia mengungkapkan, dokter yang belakangan diketahui bernama Andrias Karel Keiluihu (44) itu tidak berangkat ke Somalia melalui Kementerian Kesehatan. Menurutnya, seorang dokter memang tidak perlu mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan ketika hendak pergi ke negara lain terkait tugas kemanusiaan.

"Dia boleh pergi atas nama sendiri atau NGO (LSM). Tidak perlu ada izin," kata Endang kepada para wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (30/12/2011).

Endang mengatakan, saat ini Kementerian Kesehatan tidak mengirim relawan medis ke Somalia. Namun, pihaknya akan menelusuri lebih jauh dokter yang menjadi korban penembakan tersebut.

Andrias, yang biasa disapa Kace, bekerja untuk organisasi bantuan medis internasional Medecins Sans Frontiers (MSF). Kepastian bahwa Kace turut menjadi korban bersama seorang tenaga medis berkebangsaan Belgia, Philippe Havet, disampaikan MSF melalui situsnya, Kamis (29/12/2011). Keduanya menjadi korban setelah terjadi penembakan di kantor MSF di Mogadishu, Somalia.

Kace sendiri telah bekerja untuk MSF sejak tahun 1998. Sebelum ke Somalia, ia pernah bertugas di Ethiopia dan Thailand. Sebelumnya, seperti dilaporkan AFP, Kace mengalami luka parah di bagian paha. Peluru yang menembus paha menimbulkan pendarahan hebat sehingga ia tak tertolong.

"Korban kedua meninggal di rumah sakit ketika dokter mencoba untuk menyelamatkannya," ungkap Dumiya Ali, Deputi Direktur RS Medina, kepada AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasukan keamanan Somalia telah menangkap pria yang melakukan penembakan. Seorang polisi mengidentifikasi penyerang sebagai karyawan MSF Somalia yang mungkin baru dipecat. 
    
MSF menyatakan, peristiwa penembakan itu terjadi di dalam markas mereka di Mogadishu. Staf lokal MSF mengatakan bahwa pria bersenjata itu, seorang staf logistik, sempat berselisih dengan perusahaan. Ia kembali dengan membawa senjata ke bangunan itu pada hari Kamis.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.