Para Pemimpin Latin Terkena Kanker

Kompas.com - 30/12/2011, 05:06 WIB
Editor

Sejak lama Presiden Venezuela Hugo Chavez mempertanyakan, apakah Pemerintah AS mungkin merencanakan untuk menggulingkannya. Namun, komentar paling akhirnya melebihi teori-teori konspirasinya itu.

Chavez, Rabu (28/12), mempertanyakan banyaknya kasus kanker di kalangan pemimpin Amerika Latin, dan berspekulasi bahwa AS mungkin telah mengembangkan sebuah cara untuk memberi kanker kepada mereka.

Ini pernyataan kontroversial yang khas pemimpin sosialis yang menjalani pembedahan pada bulan Juni untuk mengangkat tumor di panggulnya. Namun, dia menekankan bahwa dia tidak menuduh, hanya mengherani.

Dia berkomentar dalam pidato di sebuah pangkalan militer yang disiarkan televisi, sehari setelah berita Presiden Argentina Cristina Fernandez mendapat kanker tiroid.

”Tidak akan aneh kalau mereka telah mengembangkan teknologi untuk menyebabkan kanker dan tak seorang pun tahu mengenai ini sampai sekarang.... Saya tidak tahu. Saya hanya memikirkan,” katanya.

”Tetapi ini sangat, sangat, sangat aneh. Sedikit sulit untuk menjelaskan ini, termasuk menggunakan hukum kemungkinan.”

Chavez, Fernandez, Presiden Paraguay Fernando Lugo, Presiden Brasil Dilma Rousseff, dan mantan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva baru-baru ini didiagnosis mengidap kanker. Mereka semua adalah pemimpin kiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para dokter mengatakan, Fernandez mempunyai kemungkinan sangat baik untuk sembuh dan tidak akan memerlukan kemoterapi atau radioterapi.

Chavez mengatakan, para pemimpin regional yang lain harus berhati-hati, termasuk sekutu dekatnya, Presiden Bolivia Evo Morales dan Presiden Ekuador Rafael Correa.

”Fidel selalu mengatakan kepada saya, ’Chavez, hati-hati. Orang-orang ini telah mengembangkan teknologi. Kamu sangat sembarangan. Hati-hati dengan apa yang kau makan, apa yang mereka berikan padamu untuk dimakan ... satu jarum suntik dan mereka menyuntik kamu dengan entah apa’,” kata Chavez merujuk kepada mantan pemimpin Kuba Fidel Castro.

Presiden Venezuela itu mengatakan, dia kini bebas kanker setelah menjalani operasi dan kemoterapi di Kuba walau rincian mengenai penyakitnya tetap dirahasiakan.

Sejak pulang dari Kuba, Chavez mengenakan gaya baru yang lebih muda: sebuah kemeja merah tua serta jas sport gelap, dan rambutnya tumbuh kembali setelah kemoterapi. Jauh berbeda dari gaya lamanya selama 13 tahun berkuasa: baju loreng hijau dan baret merah. (Reuters/AP/AFP/DI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.