Kompas.com - 29/12/2011, 14:27 WIB
EditorEgidius Patnistik

TEHRAN, KOMPAS.com — Sebuah kapal induk Amerika Serikat memasuki sebuah zona di dekat Selat Hormuz yang digunakan Angkatan Laut Iran untuk latihan perang, kata seorang pejabat Iran, Kamis (29/12/2011), di tengah meningkatnya ketegangan di jalur utama pengiriman minyak itu.

"Sebuah kapal induk AS terlihat di dalam zona manuver... oleh sebuah pesawat pengintai angkatan laut," kata Komodor Mahmoud Mousavi, juru bicara latihan perang Iran, kepada kantor berita resmi IRNA. Ia menambahkan, pesawat Iran mengambil video dan foto dari kapal AS itu.

Kapal induk AS itu diyakini Kapal USS John C Stennis, salah satu kapal perang terbesar angkatan laut AS. Para pejabat AS, Rabu, mengumumkan, kapal itu dan kelompok tempur yang menyertainya bergerak melalui Selat Hormuz, sebuah celah sempit di pintu masuk ke Teluk yang merupakan titik paling penting bagi pengiriman minyak dunia.

Setelah peringatan pemerintah dan angkatan laut Iran pekan ini bahwa Iran bisa menutup selat itu jika terancam oleh sanksi lanjutan Barat, Departemen Pertahanan AS, Rabu, memperingatkan bahwa tindakan semacam itu "tidak akan ditoleransi". AS mempertahankan kehadiran angkatan lautnya di Teluk, terutama demi  memastikan lalu lintas pengiriman minyak berjalan tanpa hambatan.

Iran, yang telah menjadi sasaran sejumlah putaran sanksi terkait program nuklirnya, telah berulang kali mengatakan bahwa negara itu akan menyasar Selat Hormuz jika diserang atau ekonomi terus tercekik. Langkah tersebut dapat menyebabkan malapetaka di pasar minyak dunia dan mengganggu ekonomi global yang sedang rapuh.

Republik Islam itu saat ini tengah melakukan latiahn perang angkatan laut yang dijadwalkan berlangsung 10 hari. Latihan yang dilaporkan telah melibatkan pemasangan ranjau dan penggunaan pesawat tempur itu dilakukan di perairan internasional di sebelah timur selat.

Sejauh ini, Iran dan AS hanya terlibat perang retorika dan manuver angkatan laut. Namun, para analis dan pasar minyak memantau situasi itu dengan hati-hati. Ada ketakutan hal itu dapat menyulut konfrontasi terbuka antara dua musuh lama tersebut.

AS telah mengusulkan sebuah hotline militer antara Teheran dan Washington untuk meredakan setiap "salah perhitungan" yang bisa terjadi saat  angkatan laut mereka bersinggungan satu sama lain. Namun, Iran pada September lalu menolak tawaran itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.