Para Janda Diminta Beri Separuh Santunan dari Belanda

Kompas.com - 21/12/2011, 11:01 WIB
Penulis Iwan Santosa
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com Para janda korban pembantaian Rawagede yang mendapat santunan 20.000 euro (sekitar Rp 220 juta) diharuskan menyerahkan separuh uang santunan yang mereka terima dari Pemerintah Belanda ke Desa Rawagede.

Kepala Desa Rawagede Mamat, yang dihubungi pada Rabu (21/12/2011), mengatakan, keputusan itu diambil secara musyawarah dan mufakat sehingga tidak ada paksaan sama sekali.

"Uang kami kelola untuk disalurkan bagi ahli waris 170 korban lainnya," kata Mamat. Namun, Mamat tidak menjelaskan kapan uang tersebut akan dibagikan karena masih menunggu beberapa orang penerima ganti rugi lainnya. Dia menegaskan, dana sementara dipegang oleh Pemerintah Desa Rawagede.

Sebelumnya, pada tanggal 9 Desember lalu, saat peringatan pembantaian Rawagede, pengacara Liesbeth Zegveld menegaskan bahwa ganti rugi tersebut diberikan kepada enam janda korban dan almarhum Saih bin Sakam yang menjadi penggugat dalam perkara. Kalaupun ahli waris lain hendak menuntut, maka mereka bisa mengajukan gugatan seperti yang dilakukan enam janda dan Saih bin Sakam.

Koordinator Komite Utang Kehormatan Belanda (Koordinator KUKB) yang mendampingi para korban Rawagede di Jakarta, Irwan Lubis, mengatakan, pekan lalu saat rombongannya tiba di Rawagede, ratusan warga sudah berkerumun dan meminta bagian dari uang ganti rugi. Secara hukum, uang ganti rugi Pemerintah Belanda hanya diberikan kepada enam janda dan Saih bin Sakam.

Bagi warga Rawagede, sudah disediakan dana 850.000 euro (sekitar Rp 10 miliar) untuk program kesejahteraan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda.

Suparta, anak menantu dari janda Taswi (96), seorang penerima santunan, mengaku, Taswi diminta menyerahkan separuh santunannya. Sementara itu, Sopiah, anak janda Wanti (94), yang juga menerima santunan, mengaku para penerima santunan dipaksa memberikan separuh uang santunan dan memberikan cap jempol di kantor Desa Rawagede.

"Kami terpaksa setuju memberikan separuh uang ganti rugi," kata Sopiah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X