Satelit AS Ungkap Kapal Induk China

Kompas.com - 15/12/2011, 13:30 WIB
EditorKistyarini

DENVER, KOMPAS.com — Sebuah perusahaan satelit komersial Amerika Serikat mengklaim berhasil memotret untuk kali pertama kapal induk China yang sedang berlayar di Laut Kuning.

DigitalGlobe Inc mengatakan, Rabu (14/12/2011), salah satu satelitnya memotret kapal induk itu pada 8 Desember lalu. Seorang analis DigitalGlobe menemukannya pada Selasa (13/12/2011) saat melihat-lihat foto yang dihasilkan satelit tersebut.

Direktur pusat analisis DigitalGlobe, Stephen Wood, mengatakan, dia yakin sekali kapal raksasa dalam foto tersebut merupakan kapal induk China dengan memperhatikan lokasi dan tanggal foto tersebut. Kapal itu sedang menjalani uji coba berlayar.

Menurut perusahaan yang bermarkas di Longmont, Colorado, itu menjual citra satelit dan analisisnya. Klien-klien mereka termasuk militer AS, badan-badan respons situasi darurat, serta perusahaan swasta. Saat ini DigitalGlobe memiliki tiga satelit yang sedang mengorbit, sedangkan satu satelitnya sedang dalam proses pembuatan.

Keberadaan kapal induk China menimbulkan rasa penasaran internasional karena apa yang disebut dugaan atas iktikad China sebagai kekuatan militer.

Uni Soviet membangun kapal yang disebut Varyag, tetapi tidak pernah berhasil menyelesaikannya. Ketika Uni Soviet runtuh, Varyag jatuh ke tangan Ukraina, salah satu republik di bekas Soviet.

China kemudian membeli kapal itu dari Ukraina pada 1998 dan menghabiskan bertahun-tahun untuk melengkapinya. Saat dibeli, kapal itu tidak bermesin, persenjataan, atau sistem navigasi.

Selama ini China mengatakan bahwa kapal itu untuk keperluan riset dan latihan. Hal inilah yang memunculkan spekulasi bahwa negara itu berencana membuat tiruannya.

Sebelumnya, China tidak pernah berbicara banyak tentang rencananya soal kapal induk itu, tetapi dalam beberapa tahun terakhir negara itu mulai terbuka. Hal itu dikatakan Bonnie S Glaser, pakar tentang China di Center for Strategic and International Studies (CSIS).

"Sebelum China benar-benar mengumumkan bahwa mereka mengirim kapal itu untuk uji coba, China mengakui, 'Ya, kami meluncurkan sebuah kapal induk'," kata Glaser.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.