Thailand Perpanjang Kondisi Darurat

Kompas.com - 13/12/2011, 17:34 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Pemerintah Thailand memperpanjang kondisi darurat untuk pelayanan publik dan situasi di tiga tempat kawasan selatan negeri itu. Menurut warta Bangkok Post pada Selasa (13/12/2011), perpanjangan kondisi itu sampai dengan tiga bulan ke depan.

Sebelumnya, masa darurat bakal rampung pada Senin (19/12/2011). Pada masa darurat, otoritas pemerintah bisa menangkap dan menahan tersangka tanpa melalui proses pengadilan. "Nantinya, masa perpanjangan akan selesai pada 19 Maret 2012," kata Deputi Juru Bicara Pemerintah Anusorn Iamsa.

Tiga tempat di kawasan selatan Thailand yakni Pattani, Yala, dan Narathiwat menjadi tempat perlawanan gerakan bersenjata sejak 2004. Kebanyakan warga di kawasan selatan Thailand memeluk agama Islam.

Data resmi pemerintah menunjukkan sejak 2004 terjadi 11.000 tindak kekerasan. Ada 5.000 korban tewas dalam berbagai kekerasan. Sementara, 8.000 warga menjadi korban luka.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.