Lampu Natal Pun Dianggap Ancaman

Kompas.com - 11/12/2011, 13:49 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara, Minggu (11/12/2011), kembali mengumbar ancaman. Negara itu mengancam akan ada "konsekuensi tak terduga" dalam bentuk pembalasan apabila Korea Selatan nekat memasang lampu-lampu hias perayaan Natal di dekat perbatasan kedua negara.

Laman resmi Korut, Uriminzokkiri, mengatakan, rencana pemasangan lampu Natal oleh Korsel sebagai "rencana perang psikologis yang kejam" dan mengancam akan ada pembalasan seketika begitu lampu dinyalakan. "Para penghasut perang musuh seharusnya sadar bahwa mereka akan bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi tak terduga yang mungkin disebabkan oleh rencana ini. Isu ini bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja," tandas laman tersebut.

Kementerian Pertahanan Korsel sebelumnya menyatakan akan mempertimbangkan untuk menyetujui permintaan sebuah kelompok gereja di Seoul, yang ingin memasang lampu-lampu Natal di sebuah menara baja di puncak sebuah bukit yang dikendalikan pihak militer Korsel. Menara itu hanya terletak sekitar tiga kilometer dari garis perbatasan, dan masuk dalam jarak tembak meriam-meriam Korut.

Kedua Korea pada 2004 setuju menghentikan segala aktivitas provokasi di dekat perbatasan, dan sejak itu Korsel menghentikan tradisi menyalakan lampu Natal di dekat perbatasan. Namun, Seoul meneruskan tradisi itu Desember tahun lalu setelah terjadi ketegangan militer akibat tenggelamnya sebuah kapal korvet Korsel dan serangan Korut terhadap Pulau Yeonpyeong, Korsel.

Pihak Korut menuduh Korsel berusaha menyebarkan agama Kristen di kalangan rakyat dan prajurit Korut, yang bisa melihat kelap-kelip lampu-lampu Natal di seberang perbatasan. Menurut Departemen Luar Negeri AS, praktik kebebasan beragama tidak terjadi di Korut. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X