Berikutnya, Unjuk Rasa Oposisi

Kompas.com - 10/12/2011, 17:57 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Selang beberapa jam pascapengumuman hasil pemilihan umum (pemilu) Rusia, kelompok oposisi Rusia menyatakan bakal menggelar unjuk rasa. Menurut pihak oposisi, unjuk rasa nanti merupakan terbesar sejak 20 tahun silam.

Susunan rencana unjuk rasa itu, sebagaimana warta AP dan AFP pada Sabtu (10/12/2011), adalah berkumpulnya puluhan ribu orang di pusat kota Moskwa. Menurut oposisi, banyak orang marah lantaran hasil pemilu parlemen. Partai Rusia Bersatu pimpinan Perdana Menteri petahana Vladimir Putin memenangi pemilu kali ini. Alhasil, bau kecurangan pun meruyak.

Tak hanya itu, Unjuk rasa dalam skala kecil juga disiapkan di beberapa kota di seluruh Rusia. Menghadapi rencana unjuk rasa ini, sedikitnya 50.000 polisi dan tentara antihuru-hara telah dikerahkan di Moskwa.

Komisi Pemilu Rusia sebelumnya mengumumkan kemenangan Partai Rusia Bersatu yang disebutkan memperoleh 49 persen suara. Selama penghitungan hasil pemilu ini, kalangan oposisi dan pengamat internasional menganggap ada kecurangan, sehingga mereka menuntut pemilu harus digelar ulang.

Mereka menentang hasil pemilu, dengan menggelar unjuk rasa sejak awal pekan ini. Aparat keamanan menghadapi unjuk rasa ini dengan menangkap beberapa orang pimpinan pengunjuk rasa, utamanya di Moskwa dan St Petersburg.
 
Lalu, semenjak unjuk rasa digelar awal pekan ini, Moskwa menyerupai negara polisi ketimbang negara demokrasi. Sejauh ini aparat berwenang telah menangkap ratusan orang, yang dianggap melanggar aturan berunjuk rasa, meskipun polisi telah mengizinkan unjuk rasa tersebut.


Sesuai kesepakatan antara pemimpin oposisi dan aparat kepolisian, lokasi unjuk rasa akhirnya boleh dilanjutkan, namun lokasinya dipindahkan dari pusat pemerintahan ke tempat lain.

Sementara itu, sebanyak 13.000 warga kota St Petersburg melalui jejaring sosial, menjanjikan untuk kembali turun ke jalan, bersama 20.000 orang lainnya yang sebelumnya telah melakukan unjuk rasa sejak awal pekan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.