Presiden Pakistan Dirawat Lebih Lama

Kompas.com - 09/12/2011, 19:09 WIB
EditorKistyarini

DUBAI, KOMPAS.com - Presiden Pakistan Asif Ali Zardari masih dalam pengawasan medis di Dubai selama beberapa pekan ke depan sebelum bisa pulang ke tanah air, Gulf News melaporkan, Jumat (9/12/2011).

"Bisa dua hari atau bahkan dua minggu, semua bergantung saran dokter padanya," surat kabar terbitan Uni Emirat Arab itu mengutip seorang ajudan Zardari.

"Dia boleh meninggalkan rumah sakit dan beristirahat di rumah dengan pengawasan dokter, namun kami ingin dia tinggal di sini karena dia memerlukan istirahat," kata ajudan itu.

Presiden berusia 59 tahun itu diketahui mengalami gangguan jantung sejak lama. Perawatannya di rumah sakit memunculkan spekulasi di kalangan media Barat dan Pakistan bahwa dia akan mundur dari posisinya.


Zardari yang terpilih pada 2008 menghadapi skandal besar soal sejauh mana keterlibatannya dalam upaya yang diduga dilakukan duta besarnya di Amerika Serikat untuk meminta bantuan negara itu untuk membatasi peran militer Pakistan. Sejak skandal itu terkuak, duda mendiang Benazir Bhutto itu "didesak mundur".

Jika Zardari tetap memimpin hingga mandatnya berakhir dan pemilihan umum digelar, berarti itu untuk kali pertama terjadi transisi kekuasaan demokratis di negara itu. Selama ini militer sudah empat kali melakukan kudeta da memerintah selama lebih dari separuh keberadaan negara itu.

"Presiden dalam kondisi stabil, nyaman, dan sedang berisitirahat," demikian pernyataan istana kepresidenan, Kamis (8/12/2011).

Juru bicara kepresidenan Farhatullah Babar, saat ditanya apakah Zardari mengalami stroke ringan, mengatakan, "Kami tidak mau memberi reaksi soal spekulasi."

Pakistan juga tengah menghadapi krisis yang bisa disebut paling buruk dalam hubungannya dengan Amerika Serikat setelah serangan udara NATO yang menewaskan 24 tentara Paksitan pada 26 November lalu.

Dengan absennya Presiden Asif, Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani bertanggung jawab atas pelaksanaan pemerintahan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X