NATO dan Rusia Perang Kata-kata

Kompas.com - 07/12/2011, 22:50 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

MOSKWA, KOMPAS.com - NATO dan Rusia, Rabu (7/12/2011), saling bertukar pernyataan pedas terkait ketegangan soal program perisai rudal Eropa-NATO.

Rusia mengaku telah dipaksa melakukan perlombaan senjata oleh Barat, sementara NATO mengatakan Rusia hanya buang-buang uang dengan menggelar sistem rudal untuk melawan sistem pertahanan NATO.

Panglima Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Nikolai Makarov, mengatakan, Rusia sebenarnya tidak mau terlibat perlombaan senjata lagi dengan negara-negara Barat, seperti yang terjadi pada era Perang Dingin. Namun, kata Makarov, Barat telah memaksa Rusia melakukan itu.

"Rusia tidak butuh perlombaan senjata baru, tetapi kami telah dipaksa masuk ke perlombaan itu. Mengapa Rusia diputus dari Eropa? Siapa sebenarnya yang membutuhkan ini? Kami siap bekerja sama dan membangun sistem pertahanan rudal bersama," tutur Makarov, di hadapan para atase militer perwakilan negara-negara asing di Moskwa, Rabu.

Makarov mempertanyakan, mengapa NATO menolak usulan Moskwa untuk bekerja sama membangun sistem pertahanan antirudal bersama.

NATO menolak usulan Rusia itu, yang menuntut kedua pihak berbagi beberapa data yang sensitif dan memberi Moskwa hak suara, untuk ikut menentukan kapan sistem tersebut akan merespons serangan tertentu.

"Mengapa tidak ada yang mau bertemu kami di tengah-tengah? Itu artinya, sistem ini dibangun untuk melindungi kepentingan seseorang," ujar Makarov.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penolakan NATO atas usulan Rusia itu memicu kemarahan Mokswa. Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, bulan lalu mengumumkan Rusia akan menggelar sistem rudal jelajah jarak menengah Iskander di Kaliningrad, wilayah Rusia yang terletak di antara Polandia dan Lithuania, keduanya anggota Uni Eropa. Moskwa juga mengaktifkan radar pelacak serangan rudal di Kaliningrad.

 

Buang uang belaka

Menanggapi reaksi kemarahan Rusia ini Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, mengatakan, langkah Rusia membangun sistem pertahanan rudal untuk menghadapi NATO itu sia-sia dan hanya buang uang belaka.

"Uang yang sangat berharga akan terbuang sia-sia, jika Rusia mulai berinvestasi besar-besaran untuk memasang sistem pertahanan terhadap musuh jadi-jadian yang sebenarnya tidak ada. Lebih baik uang itu digunakan untuk diinvestasikan demi kemakmuran rakyat Rusia, dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan memodernisasi masyarakat," ujar Rasmussen, menjelang pertemuan para menteri luar negeri anggota NATO di Brussels, Belgia, Rabu.

NATO berulangkali menegaskan, sistem perisai rudal yang akan digelar di Eropa bukan ditujukan kepada Rusia, melainkan bertujuan melindungi anggota-anggota NATO di Eropa dari kemungkinan serangan rudal balistik dari Iran. Namun, Rusia tidak mempercayai hal itu, dan mengatakan bahwa sistem pertahanan rudal tersebut ditujukan terhadap arsenal rudal Rusia. (AFP/DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.