AS-Israel Lancarkan Perang Rahasia pada Iran?

Kompas.com - 05/12/2011, 16:00 WIB
EditorKistyarini

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Amerika Serikat dan Israel kemungkinan terlibat dalam perang rahasia melawan Iran. Hal itu dikatakan beberapa mantan pejabat intelijen AS yang dikutip harian Los Angeles Times, Minggu (4/12/2011).

Surat kabar itu melaporkan, sejumlah pakar Iran meyakini bahwa ledakan di markas Garda Revolusi di Bid Ganeh bulan lalu merupakan bagian dari operasi rahasia yang dilancarkan AS, Israel, dan sejumlah negara lain dalam upaya melumpuhkan program nuklir dan misil Iran.

Ledakan hebat di markas Garda Revolusi Iran pada 12 November lalu itu telah meratakan sebagian besar bangunannya dan menewaskan 17 orang, termasuk pendiri program misil balistik Iran, Jenderal Hassan Tehrani Moghaddam.

Menurut LA Times, tujuan operasi rahasia itu adalah untuk melemahkan upaya Iran untuk memiliki kemampuan membuat senjata nuklir dan untuk mempertahankan diri dari serangan udara Israel atau AS yang bertujuan menghapus atau melemahkan ancaman (senjata nuklir Iran) itu.

"Ini seperti model perang abad 21," LA Times mengutip Patrick Clawson, yang memimpin Iran Security Initiative di Washington Institute for Near East Policy.

"Tampaknya ada kampanye perang pembunuhan dan perang dunia maya, juga kampanye sabotase yang diakui sebagian," lanjut Clawson.

Operasi semacam itu biasanya sangat dirahasiakan dan siapa pun yang mengetahuinya tidak akan membuka mulut, tulis harian itu.

Selama bertahun-tahun AS dan sekutunya berusaha menghambat program persenjataan Iran dengan diam-diam menyuplai suku cadang, rancangan, ataupun perangkat lunak yang rusak, kata LA Times. Memang tidak ada bukti sabotase, tetapi perkembangan program nuklir Iran terlihat dengan jelas menghadapi banyak rintangan.

"Kami pasti melakukannya," harian itu mengutip Art Keller, seorang mantan orang CIA yang bertugas untuk masalah Iran.

"Yang melakukannya jelas misi divisi kontra-proliferasi (CIA) untuk melakukan apa pun demi menghambat program senjata pemusnah massal Iran."

Banyak pakar Barat yang meyakini bahwa para pakar AS dan Israel secara diam-diam memasok virus komputer Stuxnet ke program nuklir Iran pada 2010, kata LA Times. Virus itu dilaporkan menyebabkan sentrifugal untuk memperkaya uranium berputar tak terkendali dan hancur.

Baik AS maupun Israel tidak mengakui peran apa pun dalam serangan dunia maya itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X