AS Mulai Kosongkan Pangkalan di Pakistan

Kompas.com - 05/12/2011, 10:51 WIB
EditorKistyarini

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Militer Amerika Serikat (AS) mulai mengosongkan pangkalan udara Shamsi, Pakistan pada Minggu (4/12/2011), media-media Pakistan melaporkan. Pengosongan itu merupakan tuntutan Islamabad menyusul serangan udara NATO yang menewaskan 24 tentara Pakistan.

Pemerintah Pakistan memberi waktu hingga 11 Desember bagi AS untuk meninggalkan tempat dimana CIA melancarkan serangan pesawat tanpa awak pada kelompok militan di perbatasan Pakistan dan Afganistan.

Jalan munju pangkalan itu ditutup pada Minggu pagi dan warga di sekitarnya diinstruksikan untuk tidak meninggalkan rumah, situs berita Dawn melaporkan.

Sebuah pesawat angkut AS kemudian tiba. Tak lama personel, bagasi dan peralatan militer AS naik pesawat itu, kantor berita Xinhua mengutip televisi lokal. Para pejabat Badan Penyelidik Federal Pakistan dilaporkan hadir pada proses itu.

Belum ada komentar baik dari pejabat AS maupun Pakistan.

Washington sendiri sudah mengungkapkan penyesalan atas tewasnya para tentara Pakistan dan akan membuka penyelidikan terhadap insiden itu.

Sebelumnya AS sudah dua kali mengabaikan permintaan Pakistan untuk menutup pangkalan udara Shamsi, Times of India melaporkan.

Perintah yang sama juga diberikan setelah kontraktor CIA menembak dua orang di Lahore dan pascaserangan rahasia AS untuk membunuh Osama bin Laden di Abbottabad.

Kali ini tampaknya para pejabat AS mengakui bahwa Pakistan tampaknya lebih tegas dalam menyatakan ancaman pengusirannya, menurut surat kabar Express Tribune.

Penutupan pangkalan udara itu lebih dianggap sebagai "ketidaknyamanan" ketimbang pukulan terhadap perang menggunakan pesawat tanpa awak oleh AS, surat kabar itu mengutip sebuah sumber pemerintah.

Sumber itu juga mengatakan AS telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk membangun pangkalan pesawat tanpa awak di tempat lain dengan perhitungan jika sewaktu-waktu dipaksa meninggalkan Shamsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.