Obama Sampaikan Bela Sungkawa kepada Pakistan

Kompas.com - 05/12/2011, 10:50 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS, Barack Obama, menelepon Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, Minggu (4/12/2011), untuk menyampaikan ucapan bela sungkawa atas serangan udara yang menewaskan 24 tentara Pakistan di dekat perbatasan dengan Afganistan lebih dari seminggu lalu, kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

"Presiden menegaskan, insiden yang sangat disesalkan itu bukan serangan yang disengaja terhadap Pakistan dan menegaskan kembali komitmen kuat Amerika Serikat untuk melakukan penyelidikan penuh atas insiden tersebut," kata pernyataan itu. "Kedua presiden menegaskan kembali komitmen mereka bagi hubungan bilateral AS-Pakistan, yang sangat penting bagi keamanan kedua negara, dan mereka sepakat untuk tetap berhubungan dekat."

Percakapan antara Obama dan Ali Zardari itu merupakan upaya terbaru dalam mengatasi hubungan yang tegang antara kedua negara setelah sebuah serangan udara NATO yang menewaskan tentara Pakistan pada 26 November lalu. Setelah serangan itu, Perdana Menteri Pakistan, Yousuf Raza Gilani, mengatakan kepada CNN bahwa Pakistan mengevaluasi ulang hubungannya dengan Amerika Serikat.

NATO menyebut peristiwa itu "tidak disengaja". Menlu AS Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Leon Panetta menyebut insiden itu sebagai sebuah "tragedi" dan telah menyampaikan belasungkawa, meskipun Washington tidak mengeluarkan permintaan maaf resmi.

Masalah pasukan AS dan NATO yang memasuki wilayah Pakistan menjadi topik yang sangat sensitif di negara Pakistan sejak Mei, ketika pasukan komodan AS menewaskan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, di Abbottabad tanpa persetujuan pemimpin Pakistan. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNN pekan lalu, Gilani mengatakan, negaranya ingin mempertahankan hubungan dengan Amerika Serikat sejauh ada saling menghormati dan menghargai.

Ditanya apakah Pakistan mendapat penghormatan itu, Perdana Menteri itu mengatakan, "Pada saat (itu) tidak. Jika saya tidak bisa melindungi kedaulatan negara saya, bagaimana kami bisa mengatakan bahwa ini adalah (hubungan) saling menghormati dan (demi) kepentingan bersama?" tanyanya secara retoris.

Pakistan telah mengambil sejumlah langkah terhadap NATO sejak serangan itu. Langkah itu termasuk pengumuman pada Jumat oleh Menteri Luar Negeri Hina Rabbani Khar, bahwa pasukabn perbekalan NATO dan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional tidak bisa lagi disalurkan melalui Pakistan. Negara itu telah menjadi rute pasokan penting bagi pasukan sekutu yang telah berjuang selama lebih dari satu dekade di negara tetangga Afghanistan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.