Grasi Raja Bukan untuk Thaksin

Kompas.com - 04/12/2011, 15:28 WIB
EditorKistyarini

BANGKOK, KOMPAS.com - Ribuan narapidana Thailand berhak mendapat grasi tahunan yang diberikan Raja Bhumipol Adulyadej pekan depan, Namun grasi yang diberikan pada setiap ulang tahun raja itu bukan untuk Thaksin Shinawatra, kata kepala departemen lembaga pemasyarakatan Thailand, Minggu (4/12/2011).

Bulan lalu media-media Thailand melaporkan bahwa kabinet mendukung pengajuan rancangan pemohonan grasi sehingga Thaksin bisa pulang tanpa perlu menjalani hukuman. Hal itu menimbulkan kemarahan dari lawan-lawan politik kakak Perdana Menteri Yingluck Shinawatra itu. Pemerintah kemudian dikabarkan menarik kembali langkah tersebut.

Sekitar 22.000 narapidana bakal menerima grasi yang mulai berlaku pada Minggu (4/12/2011), sehari sebelum hari ulang tahun ke-84 Raja Bhumipol Adulyadej. "Tidak untuk Thaksin. Dia tidak memenuhi syarat," kata Suchart Wongananchai, kepala departemen lembaga pemasyarakatan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya grasi raja hanya akan diberikan pada orang-orang yang sedang menjalani hukuman, Suchart menjelaskan. Sementara Thaksin yang divonis dua tahun penjara atas tindak pidana korupsi kini tinggal di pengasingan di luar negeri dan tidak pernah menjalani hukumannya.

Pada Jumat (2/12/2011) lalu, pemerintah Yingluck menyatakan bahwa Thailand "segera" mengeluarkan paspor bagi Thaksin. Pernyataan itu tentu saja menimbulkan ketegangan dengan lawan-lawan politik mereka.

Paspor Thaksin dicabut oleh pemerintah sebelumnya, namun mantan PM Thailand itu mendapat kewarganegaraan Montenegro tahun lalu. Hal itu memungkinkan Thaksin melakukan perjalanan internasional.

Berita tentang paspor baru bagi Thaksin itu muncul di saat Yingluck harus menghadapi kondisi pascabanjir terburuk yang melanda negeri itu selama puluhan tahun terakhir.

Perdana menteri berusia 44 tahun itu memang belum melakukan langkah hukum untuk memuluskan jalan bagi kakaknya untuk pulang ke tanah air. Para pengamat memperingatkan, akan ada risiko besar jika langkah itu dilakukan di masa pascabanjir itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.