Karzai: Pakistan Sabotase Pembicaraan dengan Taliban

Kompas.com - 04/12/2011, 12:00 WIB
EditorKistyarini

BONN, KOMPAS.com - Presiden Afganistan Hamid Karzai telah menuduh telah menyabot semua pembicaraan dengan Taliban. Pakistan sendiri memboikot konferensi internasional mengenai Afganistan yang akan dimulai Senin (5/12/2011) di Bonn,

"Hingga sekarang, mereka menolak mendukung upaya untuk pembicaraan dengan Taliban," kata Karzai kepada mingguan Der Spiegel dalam komentar yang dilaporkan di Jerman dan akan dipublikasikan pada Senin.

Pertemuan di Bonn itu akan berusaha untuk merencanakan peta jalan ke depan bagi Afganistan setelah penarikan tentara NATO, tapi pemboikotan oleh Pakistan telah memberikan pukulan yang menyakitkan pada harapan akan peta jalan itu.

Pakistan dianggap sebagai sangat penting bagi prospek stabilitas di negara yang dicabik perang itu selama satu dasa warsa setelah pasukan pimpinan AS menggulingkan Taliban, yang telah memberikan tempat perlindungan yang aman bagi pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden.

Namun Islamabad menarik diri dari konferensi itu setelah tewasnya 24 tentara dalam serangan udara NATO di dua pos Pakistan sepekan lalu, meskipun sumber-sumber yang dekat dengan kementerian luar negeri Jerman mengatakan bahwa mereka akan tetap diberitahu mengenai kemajuan yang dicapai pada konferensi itu.

Karzai juga meminta bantuan diteruskan pada negaranya yang dirusak perang setelah 2014 -- ketika tentara NATO akan mundur dari negara itu. Dengan menekankan bahwa Afghanistan akan berada "lebih dari sebelumnya di garis depan", ia mengatakan: "Jika kita gagal dalam perang ini, yang mengancam kita semua, itu akan berarti kembali ke situasi sebelum 9/11".

Pemimpin Afganistan itu mengakui bahwa "dengan sedih kami belum dapat memberikan keamanan dan kestabilan pada semua rakyat Afghanistan, ini kegagalan terbesar kami".

Menteri Luar Negeri Afganistan Zalmai Rasoul pada Sabtu meminta bantuan internasional bagi negaranya setelah penarikan tentara NATO. "Setelah 2014, kami akan terus membutuhkan bantuan jangka panjang dari teman-teman kami dalam masyarakat internasional," kata Rasoul pada forum diskusi di Bonn.

Menteri Luar Negeri Jerman  Jerman, Guido Westerwelle, berjanji pada forum itu bahwa dunia tidak akan melepaskan Afganistan, sementara juga menekankan pentingnya peran wanita di negara itu, tempat mereka sekarang ini menghadapi diskriminasi besar.

Dalam wawancara yang akan tampil di harian Frankfurter Allgemeine Sonntagzeitung, Westerwelle kembali menyampaikan penyesalannya atas pemboikotan Pakistan terhadap konferensi di Bonn itu, yang akan dihadiri utusan dari 100 negara.

Pakistan akan mendapat lebih banyak keuntungan dari Afganistan yang stabil dan damai ketimbang tetangga-tetangganya yang lain, katanya.

Di Bonn, Sabtu (3/12/2011), ribuan orang telah berdemonstrasi untuk memprotes konferensi itu dan peran militer Jerman di Afganistan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.