Liga Arab Tolak Campur Tangan Asing di Suriah

Kompas.com - 01/12/2011, 23:38 WIB
EditorEgidius Patnistik

BRUSSELS, KOMPAS.com Pemimpin Liga Arab, Nabil al-Arabi, Kamis (1/12/2011), menolak setiap campur tangan asing di Suriah. Ia menegaskan hal itu saat menghadiri pembicaraan Uni Eropa yang ditujukan untuk meningkatkan tekanan atas pemerintah di Damaskus karena penindasannya terhadap pembangkang.

"Kami menolak tuduhan bahwa Liga Arab mengundang campur tangan," kata Al-Arabi setibanya di Brussels untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa, yang memberlakukan sejumlah sanksi baru ekonomi terhadap Damaskus. "Setia keputusan yang diambil oleh Liga Arab menolak campur tangan," katanya, beberapa hari setelah badan pan-Arab tersebut menjatuhkan sanksinya sendiri yang tak pernah dilakukan sebelumnya terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Mouallem, pekan ini menuduh "sebagian anggota Liga Arab" mendorong untuk menginternasionalkan konflik itu.

Para pejabat Uni Eropa mulanya berharap agar bisa menggabungkan kekuatan dengan Liga Arab guna menambah kuat tekanan terhadap Bashar. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mengatakan, ia "sangat gembira" dengan sanksi tersebut, yang disetujui Liga Arab dan Al-Arabi, serta para menteri Uni Eropa akan berusaha memastikan "cara terbaik dan paling tepat yang bisa dilakukan bersama". "Kami ingin bekerja sama dengan Liga Arab guna membahas bagaimana mereka ingin bergerak maju dan seberapa efektif mereka menduga sanksi mereka akan berjalan," kata Catherine Ashton.

Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerelle, mengatakan, sanksi Liga Arab tersebut "bersejarah" dan Uni Eropa akan membahas bagaimana "kami bisa menyelaraskan tindakan kami". "Saya kira sangat penting bahwa jawaban kami atas penindasan tersebut dan terhadap kejahatan di Suriah adalah jawaban yang bersatu," katanya. Ia menambahkan, pemerintah Eropa juga akan terus berusaha memperoleh resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Suriah.

Para menteri Uni Eropa mengesahkan larangan atas ekspor gas dan peralatan industri minyak ke Suriah, penjualan obligasi Pemerintah Suriah, dan penjualan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk memantau internet serta komunikasi telepon, kata sejumlah diplomat. Uni Eropa juga akan dilarang menyediakan pinjaman murah bagi Suriah, kredit dengan suku bunga rendah, dan masa angsuran yang lebih lama ketimbang yang ditawarkan pasar.

Sasarannya ialah untuk membatasi akses pemerintah ke uang kontan. Uni Eropa juga menambahkan 12 orang dan 11 lembaga lagi ke dalam daftar orang serta perusahaan yang dikenakan pembekuan aset dan larangan bepergian sehubungan dengan penindasan pemerintah atas pemrotes, kata beberapa diplomat. Uni Eropa telah mengesahkan sembilan babak sanksi terhadap Suriah dan menempatkan 74 orang di daftar tersebut, termasuk Bashar al-Assad, memberlakukan embargo senjata dan larangan impor minyak mentah Suriah.

PBB menyatakan, kerusuhan di Suriah telah menewaskan lebih dari 3.500 orang sejak pertengahan Maret.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.