Giliran Rusia Desak Korut

Kompas.com - 01/12/2011, 19:11 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Rusia resmi mendesak Korea Utara (Korut) untuk menghentikan program pengayaan uraniumnya. Padahal, kemarin, Korut melaporkan kemajuan pesat pengayaan tersebut, sebagaimana warta AP, AFP, dan Xinhua.

Melalui kementerian luar negerinya, Rusia mengatakan Pyongyang mesti membuat moratorium soal nuklir tersebut. "Korut juga mesti mengundang pihak Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk pemeriksaan fasilitas pengayaan uranium di Yongbyon," kata Rusia.

Korut yang menjadi sekutu Uni Soviet, kala itu, kembali didekati Rusia dengan pesan agar menciptakan kondisi menguntungkan demi melanjutkan kembali perundingan enam negara yang selama ini mandek. "Pyongyang harus patuhi resolusi PBB," tutur Rusia.

Pada Rabu (30/11/2011), Korut menolak tuntutan Amerika Serikat menutup fasilitas nuklir di Yongbyon. Menurut Korut, fasilitas itu dipakai untuk pengembangan nuklir demi kepentingan damai.

Pakar dari Amerika sempat mengunjungi Yongbyon setahun silam. Menurutnya, pabrik pengayaan uranium dan reaktor air ringan eksperimental itu berfungsi sebagai penyediaan bahan bakar bagi pabrik nuklir dan kepentingan sipil.

Namun, pabrik itu mudah sekali diubah menjadi penghasil bom atom. Sementara itu, reaktor nuklir bisa dikonversi menjadi penghasil plutonium.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.