OKI Desak Suriah Turuti Liga Arab

Kompas.com - 01/12/2011, 13:13 WIB
EditorKistyarini

JEDDAH, KOMPAS.com - Para menteri luar negeri dari negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) meminta Suriah untuk bekerjasama dengan Liga Arab, Rabu (30/11/2011), yang telah menjatuhkan sanksi pada Damaskus atas tindakan kerasnya terhadap demonstrasi yang sudah berlangsung beberapa bulan.

Menlu-menlu OKI itu meminta rezim Presiden Bashar al-Assad untuk "menanggapi keputusan Liga Arab", kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan OKI pada akhir pembicaraan darurat mengenasi Suriah.

OKI juga mendesak Damaskus untuk "menghentikan segera penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap warga sipil ... untuk menghindarkan negara itu dari bahaya penginternasionalan krisis itu", kata pernyataan tersebut.

Pernyataan itu, dikeluarkan setelah pertemuan yang juga dihadiri oleh Menlu Suriah Walid Muallem, minta "semua pihak di Suriah untuk meninggalkan kekerasan dan mengambil jalan damai".

Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu mengatakan kelompok itu "telah mendesak Suriah menghentikan pelanggaran hak asasi manusia dan untuk membolehkan akses organisasi kemanusiaan internasional dan Islam ke Suriah".

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Ali Akbar Saleh, menteri luar negeri Iran yang adalah sekutu penting rezim di Damaskus.

Sebelumnya, Ihsanoglu menyatakan kembali penolakan organisasi itu terhadap langkah-langkah "untuk menginternasionalkan krisis itu".

"Kami juga menolak intervensi militer dan menegaskan penghormatan kami pada Suriah dan kedaulatannya ... dan kami menyambut baik upaya-upaya internasional dan Arab untuk mencapai penyelesaian,"  katanya Ihsanoglu.

Namun pemimpin OKI itu menyampaikan rasa frustrasi pada tiadanya terobosan untuk mengakhiri kekerasan sejak Maret lalu yang oleh PBB disebutkan telah menewaskan lebih dari 3.500 orang, sebagian besar warga sipil, dalam delapan bulan pertamanya.

"Kami telah membicarakan semua mekanisme dan kekuatan kami dalam upaya kami untuk menjembatani jurang dan mengakhiri pertumpahan darah di Suriah," katanya.

Beberapa waktu lalu Liga Arab menyetujui sanksi lebih luas terhadap pemerintah Bashar al-Assad karena tindakan kerasnya. Ini merupakan kali pertama organisasi itu menjatuhkan sanksi seberat itu pada negara anggotanya.

Langkah sanksi itu termasuk larangan terhadap transaksi dengan Damaskus dan bank sentralnya serta pembekuan aset pemerintah Suriah di negara-negara Arab.

Keputusan mengenai sanksi itu dibuat setelah Damaskus menolak ultimatum untuk menerima para pengamat asing berdasar rencana perdamaian Liga Arab dan mengakhiri tindakan keras terhadap demonsrasi prodemokrasi yang sudah berlangsung delapan bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.