Turki Pertimbangkan Zona Penyangga Dekat Suriah

Kompas.com - 30/11/2011, 00:23 WIB
EditorEgidius Patnistik

ANKARA, KOMPAS.com Turki mempertimbangkan pembentukan zona penyangga di perbatasannya dengan Suriah guna mengantisipasi pengungsian besar-besaran warga Suriah. Pembentukan zona penyangga itu akan melibatkan masyarakat internasional, kata Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, Selasa (29/11/2011).

"Kami menyiapkan setiap skenario," kata Ahmet Davutoglu kepada stasiun televisi Kanal 24, ketika ditanya apakah Turki mempertimbangkan pembentukan zona penyangga tersebut. "Jika ratusan ribu orang melarikan diri ke perbatasan kami, ini tentu saja akan menciptakan situasi yang berbeda. Sebagian langkah dapat dilakukan saat itu bersama-sama dengan masyarakat internasional," kata Davutoglu.

Ankara telah mengecam penindasan oleh pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad terhadap pemrotes oposisi, setelah misi diplomatik Turki diserang demonstran pro-pemerintah di beberapa kota besar Suriah pada November. Ketegangan bertambah parah ketika dua bus yang dipenuhi peziarah Turki dan berada di Suriah dalam perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi, diserang sejumlah pria bersenjata Suriah.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah mendesak Bashar, yang dulu menjadi sekutunya, agar mundur. Erdogan menjadi pemimpin regional kedua yang menyerukan hal itu setelah Raja Jordania, Abdullah.

Davutoglu mengatakan kepada Pemerintah Suriah bahwa penindasan harus berakhir. "(Rezim) Suriah tak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup, kecuali berdamai dengan rakyatnya sendiri," kata Davutoglu. Menteri luar negeri Turki tersebut kembali menyatakan, Turki menentang campur tangan militer.

Turki telah menampung 7.500 penentang pemerintah Bashar di Provinsi Hatay, yang berbatasan dengan Suriah, setelah mereka melarikan diri dari kerusuhan. Di antara mereka terdapat Riad as-Asaad, kolonel Angkatan Darat Suriah yang memimpin satu kelompok tentara pembelot yang melancarkan serangan di dalam wilayah Suriah.

Ankara telah menjauhkan diri dari kelompok tersebut, tetapi telah menawarkan tempat berlindung kepada kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.