Ongkos Banjir Thailand 45 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 26/11/2011, 18:19 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Bank Dunia (World Bank/WB) mengatakan, ongkos kerugian akibat banjir di Thailand mencapai angka 45 miliar dollar AS. Menurut warta Bangkok Post pada Sabtu (26/11/2011), lantaran kerugian itulah, dalam pandangan WB, pertumbuhan ekonomi Thailand merosot ke posisi 2,4 persen per tahun.

Menurut Direktur Wilayah WB Annette Dixon dalam kesempatan pertemuan dengan Ketua Komite Strategis untuk Rekonstruksi dan Pembangunan Masa Depan Thailand Virabongsa Ramangura di Bangkok, sektor properti mengalami kerugian sekitar 21,11 miliar dollar AS. Sementara sektor itu juga kehilangan kesempatan hingga 22 miliar dollar AS.

"Pertumbuhan ekonomi Thailand turun dari posisi 3,6 persen ke posisi tersebut," imbuh Dixon.

Sebelumnya, Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Thailand (NESDB) mengatakan, tahun ini, pada kuartal IV, pertumbuhan ekonomi Thailand melorot ke angka 3,7 persen dari prediksi awal sebelum bencana banjir, yakni 5 persen.

Sampai kini, korban tewas banjir di Thailand sejak pertengahan Juli lalu mencapai 600 orang. Banjir membuat 10 juta warga Thailand menderita lantaran dampak langsung yang terjadi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.