Obama Ancam Korut Soal Proliferasi Nuklir

Kompas.com - 17/11/2011, 08:16 WIB
EditorEgidius Patnistik

CANBERRA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Kamis (17/11/2011), mengatakan negaranya akan mengambil tindakan tegas untuk mencegah Korea Utara menyebarkan bahan nuklir ke negara-negara lain atau kelompok teror. "Pengalihan bahan-bahan nuklir oleh Korea Utara untuk negara atau entitas non-negara akan dianggap sebagai ancaman besar terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutu kami," kata Obama dalam pidatonya di parlemen Australia. "Kami akan minta Korea Utara bertanggung jawab penuh atas konsekuensi-konsekuensi dari tindakan seperti itu."

Pemimpin AS itu mengatakan, negaranya akan "bertindak tegas" terhadap kegiatan proliferasi Korea Utara dan bersumpah bahwa komitmen Washington kepada tetangganya, Korea Selatan, tidak akan  pernah goyah. AS melihat program pengayaan uranium Pyongyang sebagai ancaman serius dan telah berulang kali mendesak negara komunis itu untuk mengambil "langkah-langkah konkret" menuju denuklirisasi sebelum perundingan enam negara tentang pelucutan senjata dapat dilanjutkan.

Para pejabat pekan ini menyatakan keprihatinan tentang pembangunan baru reaktor air ringan yang segera akan beroperasi, dan mengatakan itu adalah pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB serta  komitmen 2005 Korea Utara. Perundingan antara AS, China, Jepang, Rusia dan kedua Korea dibuka pada 2003 dan menghasilkan satu perjanjian pada 2005, tetapi terhenti sejak Desember 2008.

Korea Utara keluar dari perundingan enam negara itu pada April 2009, sebulan sebelum Pyongyang menggelar uji coba senjata atomnya yang kedua. Sejak itu Korea Utara banyak membuat tawaran tentang kembali ke meja perundingan, tetapi menegaskan tidak ada prasyarat.

Washington dan sekutunya mengatakan, pembicaraan tidak dapat dilanjutkan tanpa tindakan nyata Korea Utara, termasuk penghentian pengembangan senjata dan pengujiannya, mengakhiri kegiatan pengayaan uranium dan kembali mengizinkan inspektur nuklir PBB memeriksa instalasi-instalasi nuklirnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.