Tantangan Monti Berat

Kompas.com - 16/11/2011, 04:29 WIB
Editor

Roma, Selasa - Pejabat sementara Perdana Menteri Italia, Mario Monti, mengaku berpacu melawan waktu untuk membentuk pemerintahan baru untuk Italia, Selasa (15/11). Monti juga harus meyakinkan para pelaku pasar dengan segera melakukan pembicaraan perdana mengenai pemerintahan baru ini.

Pasar saham di Eropa melemah 2 persen pada awal perdagangan dan tingkat suku bunga pinjaman melonjak ketika mantan petinggi Eurocrat itu berbicara dengan dua partai utama Italia, termasuk dengan partai mantan PM Silvio Berlusconi.

Ekonom berumur 68 tahun ini akan berbicara dengan serikat pekerja dan perwakilan dari kelompok perempuan dan pemuda. Dia berupaya membangun konsensus besar di belakang kabinet yang akan mengimplementasikan paket penghematan yang akan sangat menyakitkan rakyat sehingga perdana menteri baru ini perlu mendapat dukungan dari kelompok masyarakat.

”Tidak ada pertumpahan darah, tidak ada air mata, tetapi kita harus berkorban,” ujarnya ketika ditanya apakah yang seharusnya diharapkan oleh warga Italia. ”Saya tidak mengabaikan betapa pentingnya pasar, tetapi kita berada pada suasana demokrasi, ada waktu yang diperlukan,” kata mantan komisioner ini. Reformasi sangat krusial dilakukan Italia agar dapat menghentikan pertumbuhan ekonomi yang stagnan bertahun-tahun. Selain itu, timbunan utang yang sudah mencapai 120 persen dari produk domestik bruto serta menghindari agar Italia tidak sampai mendapat dana talangan seperti yang telah terjadi pada Yunani, Irlandia, dan Portugal.

Harapan baru

”Ketika pemerintahan baru dipimpin ekonom yang berpikiran hendak melakukan reformasi, merupakan awal yang baik untuk proses demokrasi, implementasi akan memerlukan waktu,” ujar Ric Spooner, Pimpinan Analis Pasar di CMC Markets di Sydney, Australia.

Pasar saham Milan merosot tajam, khususnya setelah bank terbesar Italia, UniCredit, mengumumkan merugi 10,64 juta euro pada kuartal ketiga. Tidak hanya itu, bank itu juga akan memangkas 5.200 pekerjanya hingga tahun 2015.

Monti mengatakan ingin kabinetnya bertahan hingga tahun 2013, seperti jadwal pemilihan yang telah ditetapkan. Dia menutup kemungkinan terjadinya pemilu dipercepat yang sudah diwacanakan beberapa politisi.

Walaupun sudah memiliki perdana menteri baru, Italia masih menghadapi tekanan berat dalam mengatasi timbunan utangnya. Para pemimpin internasional telah menyerukan agar Italia bekerja dengan cepat untuk melawan utang. Italia memiliki ekonomi lebih besar dibandingkan dengan Yunani. Jika Italia mengalami kesulitan, dikhawatirkan akan menarik semua anggota zona euro.

Presiden Giorgio Napolitano mengatakan ingin pemerintahan baru sudah tersusun pada akhir pekan ini. Dia juga memperingatkan bahwa diperlukan langkah cepat karena utang Italia sebesar 200 juta euro akan jatuh tempo pada April tahun depan.

Juru bicara untuk Ketua Komisi Ekonomi UE Olli Rehn, Amadeu Altafaj Tardio, memperingatkan agar pemerintahan baru Italia harus bekerja dengan cepat untuk mengatasi tantangan ekonominya. ”Bolanya berada di tangan Italia,” ujar Amadeu Altafaj Tardio.

(AP/AFP/Reuters/joe)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X