Obama Tegur Hu Jintao

Kompas.com - 14/11/2011, 08:16 WIB
EditorEgidius Patnistik

HONOLULU, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden China Hu Jintao bertemu secara khusus mendiskusikan perselisihan perdagangan pada Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Honolulu, Sabtu (12/11).

Masalah perdagangan membuat hubungan kedua negara agak tegang belakangan ini. Hu Jintao dan Obama memaparkan visi mereka masing-masing pada pidato mereka. Obama memperingatkan Hu Jintao bahwa warga AS sudah sangat frustrasi dalam hubungan dagang dengan China. Mereka merasa China tidak sportif dalam menetapkan nilai tukarnya. Pernyataan ini merupakan pernyataan Obama yang terkeras soal perdagangan AS dengan China.

Obama mengungkapkan hal itu di forum CEO pada pertemuan APEC. Dia juga mengancam akan mengambil langkah untuk menghukum jika China tetap tidak taat aturan main

Sebelumnya, Hu Jintao menekankan bahwa China memegang peranan lebih besar sebagai kekuatan negara berkembang. Dia juga menjelaskan bahwa Beijing lebih senang bekerja melalui arsitektur perdagangan global yang ada saat ini ketimbang menjadi subyek AS yang terus berupaya membuka pasar Asia Pasifik.

Ketika kedua pemimpin itu tampil di hadapan pers sebelum memulai pembicaraan empat mata, keduanya tampak berupaya meredam ketidaksepahaman di antara kedua negara. Mereka menyatakan dengan bahasa yang lebih lunak dan diplomatis bahwa diperlukan kerja sama lebih erat lagi untuk mengatasi tantangan global.

Namun, dalam pertemuan tertutup, Obama menyampaikan keluhan AS lebih keras lagi. Tidak jelas apakah hal itu merupakan upaya serius AS agar Beijing mengubah caranya, atau hanya permainan politik untuk menarik perhatian pemilih AS menjelang pemilu. Obama dihadang banyak kendala dalam bidang ekonomi menjelang pemilu AS tahun depan. Langkah strategisnya akan menentukan apakah dia berhasil meraih masa jabatan kedua.

Malas

Kubu Republik selalu menuduh Obama kurang keras terhadap China soal perdagangan. Obama mengatakan kepada Hu Jintao bahwa rakyat dan pebisnis AS tidak sabar dan frustrasi dengan perkembangan hubungan ekonomi AS dan China, seperti dikatakan pejabat senior Gedung Putih, Michael Froman.

Dalam pertemuan itu, Obama juga menekankan keprihatinan AS mengenai kebangkitan China. Ia menegaskan, AS sedikit bersalah dan pemerintahnya bekerja keras memperbaiki hal tersebut.

”Kami sedikit malas, saya rasa dalam beberapa dekade terakhir ini. Kami berlaku seperti biasa, berpikir bahwa orang akan datang ke negara kami, serta tidak keluar untuk menjual dan berupaya menarik bisnis baru ke AS,” ujar Obama.

Setelah Obama dan Hu Jintao, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga diberi kesempatan berbicara. Diskusi Presiden Yudhoyono dengan forum pebisnis APEC ini dipandu dan diwawancarai Pemimpin Redaksi Kantor Berita Associated Press Michael Oreskes, yang banyak memuji Presiden Yudhoyono tentang demokrasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. (AFP/Reuters/Rik/Osd/Joe)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.