Liga Arab Kucilkan Suriah

Kompas.com - 14/11/2011, 07:52 WIB
EditorEgidius Patnistik

KAIRO, KOMPAS.com — Sidang darurat tingkat menteri luar negeri Liga Arab, Sabtu (12/11/2011), di Kairo, Mesir, memutuskan membekukan keanggotaan Suriah serta melarang partisipasi negara itu dalam kegiatan Liga Arab dan semua organisasi di bawah naungannya. Keputusan itu berlaku mulai 16 November hingga rezim Damaskus menerapkan proposal damai Liga Arab yang disepakati pada awal bulan ini.

Liga Arab juga meminta anggotanya menarik duta besar mereka dari Damaskus dan menyerukan militer Suriah menghentikan aksi pembunuhan warga sipil. Liga Arab juga menjatuhkan sanksi ekonomi dan politik terhadap Suriah.

Liga Arab memutuskan mengundang kubu oposisi Suriah ke gedung Liga Arab dalam tiga hari mendatang untuk menyatukan pandangan mereka terhadap masa transisi di Suriah.

Tindakan Liga Arab itu untuk menekan dan mengucilkan rezim Presiden Bashar al-Assad di Damaskus lantaran tidak menghormati kesepakatan damai yang disepakati dengan Liga Arab. Salah satu butir kesepakatan adalah mengakhiri kekerasan di Suriah.

Segera setelah sanksi Liga Arab diumumkan, loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad mencoba menyerang gedung Kedutaan Besar Qatar dan Arab Saudi di Damaskus. Aparat keamanan Suriah harus memakai gas air mata untuk membubarkan mereka. Otoritas Suriah dan loyalis Assad selama ini menuduh negara-negara Arab Teluk (GCC), khususnya Arab Saudi dan Qatar, berada di balik sikap keras Liga Arab kepada Suriah.

Dubes Suriah untuk Liga Arab, Yusuf Ahmad, mengkritik keras keputusan itu. Ia menyatakan, keputusan itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap Suriah dan nilainya tidak lebih tinggi dari sekadar tinta yang ditulis di sebuah kertas. Ia mengecam GCC yang dituduhnya bertemu khusus sebelum sidang Liga Arab. Ia menyebut Liga Arab hanya alat bagi agenda asing.

Namun, perdana menteri merangkap Menlu Qatar yang memimpin sidang darurat, Sheikh Hamd bin Jasim al Thani, membantah jika Qatar dan GCC berada di balik keputusan Liga Arab itu. Sheikh Hamd menegaskan, tidak ada niat apa pun dari GCC dan semua bekerja dalam naungan Liga Arab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tujuan Liga Arab adalah untuk kepentingan Suriah. Kami bukan kaki tangan siapa pun," kata Hamd.

Ia mengungkapkan, dalam forum itu sama sekali tidak dibicarakan wacana zona larangan terbang atau campur tangan militer asing di Suriah.

Analis politik Arab Saudi, Khaled Dakhil, dalam artikelnya di harian Al Hayat, Minggu, mengatakan, sanksi Liga Arab atas Suriah itu menunjukkan bahwa Liga Arab menolak pandangan otoritas Suriah terhadap krisis di negara itu dan mendukung perlindungan warga sipil. (MTH)

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X