Thailand Diajak Belajar Hidup dengan Banjir

Kompas.com - 14/11/2011, 05:27 WIB
Editor

Ayutthaya, Minggu - Thailand dianjurkan belajar dari sejarah untuk hidup berdampingan dengan banjir yang tengah melanda negeri itu. Terutama setelah sekitar separuh dari 200 wihara, benteng, dan monumen bersejarah di ibu kota kuno Thailand, Ayutthaya, terancam hancur.

”Bayangkan seribu ton batu dan bata berada di fondasi lunak tanpa tiang pancang modern. Kami sangat khawatir,” kata Chaiyanand Busayarat, Direktur Taman Bersejarah Ayutthaya, seperti dikutip Associated Press, Minggu (13/11).

Saat air surut, sebagian ahli menyarankan perubahan radikal untuk mencegah bencana serupa di masa depan, yaitu kembali ke masa empat abad lalu untuk meniru perencanaan perkotaan masa itu.

”Kita tak bisa mencegah banjir, jadi kita harus belajar untuk hidup bersama air lagi, seperti mereka yang mendirikan Ayutthaya. Ayo, kita keluarkan peta-peta kota lama,” kata Anek Sihamat, pejabat tinggi Departemen Kesenian Pemerintah Thailand.

Anek menganjurkan menggali kembali kanal-kanal lama yang telah diuruk dan diaspal untuk jalan, serta membatasi perluasan kota dan kawasan industri yang merintangi aliran alamiah air.

Ayutthaya, ibu kota kerajaan Siam selama 417 tahun, disebut sebagai salah satu kota terbesar di atas air dengan jaringan kanal sepanjang lebih dari 140 kilometer. Dibangun di dataran banjir Thailand tengah pada pertemuan tiga sungai, kota itu dilanda banjir setiap tahun. Penduduk tinggal di rumah-rumah panggung dan menggunakan perahu sebagai sarana transportasi.

Naiknya air dari dataran tinggi utara, yang dimulai akhir Juli dan telah menewaskan lebih dari 520 orang, adalah yang terburuk sejak tahun 1940-an meskipun Ayutthaya dilanda banjir hampir setiap musim penghujan.

Dalam waktu dekat, para ahli akan menilai kerusakan dan apa yang diperlukan untuk melindungi kota yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1971 ini. (AP/DI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.