Menunggu Solusi Damai

Kompas.com - 09/11/2011, 02:59 WIB
Editor

MUSTHAFA ABD. RAHMAN

Media massa, pengamat, serta pemerintah di Timur Tengah dan dunia internasional memberi sorotan khusus pada solusi damai Liga Arab di Suriah. Kesepakatan Liga Arab-Suriah yang dicapai di Kairo, Mesir, Rabu pekan lalu, disebut sebagai upaya terakhir menghentikan pertumpahan darah di Suriah yang terjadi sejak Maret lalu. Menurut laporan PBB, unjuk rasa rakyat untuk menumbangkan rezim Presiden Bashar al-Assad telah menyebabkan 3.500 orang tewas.

Kesepakatan itu berisi berakhirnya aksi kekerasan, pembebasan demonstran yang ditahan, penarikan pasukan dari permukiman, dan akses ke media massa untuk berkunjung ke semua wilayah Suriah. Namun, konsep damai Liga Arab itu ternyata kurang mendapat sambutan positif dari oposisi Suriah dan masyarakat internasional.

Oposisi Suriah, khususnya Dewan Transisi Nasional, memandang konsep Liga Arab hanya menyelamatkan muka rezim Bashar al-Assad. Setidaknya, memperpanjang usia rezim yang dibangun lewat kudeta Menteri Pertahanan Suriah Hafez Assad tahun 1969. Hafez Assad kemudian menjadi Presiden Suriah hingga wafat tahun 2000 dan dilanjutkan putranya, Bashar.

Amerika Serikat dan Eropa sejak awal ragu dengan keseriusan rezim Bashar al-Assad melaksanakan konsep damai itu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Victoria Nuland, mengatakan, Washington masih ragu dengan pelaksanaan kesepakatan itu. Adapun Menteri Luar Negeri Perancis Alain Juppe, dalam wawancara dengan harian Asharq al Awsat, malah menegaskan, konsep damai Liga Arab itu telah mati.

Konsep itu bukannya meredakan situasi, malah menyulut aksi saling tuding antara Suriah, AS, dan Liga Arab. Menlu Suriah Walid Al Moallem mengungkapkan, telah mengirim surat kepada sejumlah menlu, Sekretaris Jenderal PBB, Ketua Bergilir DK PBB, dan Ketua Komite Enam Liga Arab, berisi tuduhan bahwa AS turut menyebarkan fitnah dan kekerasan di Suriah.

Liga Arab menuduh otoritas Suriah tidak melaksanakan komitmennya mengakhiri aksi kekerasan di negara itu. Liga Arab merasa ditelikung oleh rezim Bashar al-Assad dan bereaksi keras dengan mengundang para menlu Arab untuk menggelar sidang darurat, Sabtu depan, di Kairo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada tiga opsi yang mungkin akan diambil Liga Arab terhadap Suriah. Pertama, mencabut legitimasi atas rezim Bashar al-Assad dan mengakui Dewan Transisi Nasional Suriah. Kedua, mendukung diberlakukan zona larangan terbang seperti di Libya atau mendukung pembentukan wilayah penyangga di perbatasan Suriah-Turki. Ketiga, mendukung diberlakukannya blokade total dari masyarakat internasional, khususnya negaranegara tetangga Suriah, terhadap Suriah. Kita tunggu saja opsi mana yang dipilih.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.