Benahi Infrastruktur

Kompas.com - 09/11/2011, 02:38 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Situasi global, kawasan, dan internal telah menempatkan Indonesia dan negara-negara ASEAN lain sebagai salah satu tujuan investasi atraktif. Untuk itu, Indonesia harus secepatnya memperbaiki masalah infrastruktur, kelembagaan, dan sumber daya manusia.

Demikian pandangan sejumlah tokoh yang menyampaikan pendapatnya secara bergantian pada Seminar Kedelapan ”Investor-Menteri Keuangan ASEAN” di Jakarta, Selasa (8/11). Mereka antara lain Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati.

Agus Martowardojo dalam pidato kuncinya menyatakan, situasi global beberapa bulan terakhir ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN), termasuk Indonesia. Pertumbuhan ekonomi dunia terkoreksi menjadi 4 persen tahun ini dan tahun depan. Lambannya penanganan krisis utang di Eropa dan krisis finansial di Amerika Serikat menimbulkan ketidakpastian pasar.

ASEAN kini, menurut Agus, telah tumbuh menjadi salah satu kutub pertumbuhan dan investasi dunia. Indikatornya antara lain 600 juta jiwa penduduk, 1,85 triliun dollar AS atau Rp 16.502 triliun produk domestik bruto, dan 76 miliar dollar AS atau Rp 677,920 triliun penanaman modal asing pada 2010. ”Dengan demografi yang produktif dan investasi level tinggi, kontribusi ASEAN akan meningkat tajam,” kata Agus.

Dari pengalaman Indonesia, Agus menambahkan, hal yang melejitkan permintaan domestik adalah stabilitas ekonomi makro, percepatan investasi, demografi yang produktif, dan jumlah kelas menengah selama 2003-2010 meningkat sekitar 20 persen menjadi 57 persen dari jumlah penduduk.

Sri Mulyani berpendapat, ASEAN termasuk Indonesia di satu sisi memiliki agenda penting untuk meningkatkan iklim investasi dan meningkatkan tingkat investasi. Usaha mencapainya mensyaratkan manajemen ekonomi makro yang hati-hati di tengah situasi global yang tidak pasti.

Di sisi lain, Sri Mulyani melanjutkan, ASEAN tidak cukup hanya sekadar menaikkan tingkat investasi, tetapi juga kualitas investasinya. Kombinasi keduanya akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. ”Caranya, perbaiki infrastruktur, institusi, dan sumber daya manusia. Pembangunan infrastruktur harus dijalankan tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat harga,” kata Sri. (LAS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.