Junus Jahja, Tokoh Pembaruan, Telah Tiada

Kompas.com - 08/11/2011, 02:39 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Tokoh pembauran Haji Junus Jahja (84) alias Lauw Chuan Tho meninggal di RS PGI Cikini, Jakarta, Senin (7/11), pukul 07.30, akibat sakit. Putri Junus Jahja, Yuli Purwanti, yang ditemui di rumah duka di Jalan Kerinci I Nomor 9 Kebayoran Baru, Jakarta, mengatakan, ayahnya dirawat sejak 12 hari terakhir karena sesak napas.

”Semalam, kami masih sempat bergurau. Beliau tidak mengeluh apa-apa, tetapi sempat meminta maaf kepada saya dan ibu. Tadi subuh sempat diberi obat bius kemudian pukul 07.00 terdengar mendengkur lalu setelah diperiksa didapati sudah tiada,” kata Yuli.

Junus Jahja menikahi Tjitjih Rukaesih dan dikaruniai satu putri dan dua cucu. Junus Jahja yang memeluk Islam pada 1979 di bawah bimbingan Buya Hamka merupakan salah satu penanda tangan Piagam Asimilasi di awal 1960-an bersama Auwyang Pengkun atau Petrus Kanisius (PK) Ojong, Ong Hok Ham, Harry Tjan Silalahi, dan sejumlah tokoh Tionghoa lain yang mendorong asimilasi suku Tionghoa ke masyarakat Indonesia melalui pelbagai cara.

”Beliau mendorong asimilasi melalui agama Islam. Melalui agama Islam diharapkan tidak ada sekat perbedaan Tionghoa dan masyarakat Indonesia secara umum yang sebagian besar memeluk Islam,” kata kerabat Junus Jahja, Ali Karim Oei.

Junus Jahja alumnus Nederlands School of Economic, sekarang Erasmus Universiteit. Dia rekan satu almamater mantan Menteri Keuangan Radius Prawiro, mantan Gubernur Bank Indonesia Arifin Siregar, ekonom Kwik Kian Gie, Hendro Budianto, dan sejumlah tokoh ekonom Indonesia lainnya.

Menurut Ali Karim Oei, Junus Jahja merupakan penggagas Yayasan Haji Karim Oei. Yayasan tersebut mendirikan Masjid Lautze yang ada di kawasan Lautze, Jakarta Pusat, Gading Serpong, Tangerang, dan Kota Bandung. Yayasan tersebut aktif memberikan informasi soal Islam terutama kepada masyarakat Tionghoa.

Buku terakhir

Pekan lalu, ujar Ali Karim Oei, dirinya membahas buku terakhir yang disiapkan Junus Jahja berjudul Obrolan Soal Keindonesiaan. Buku itu akan diterbitkan sepekan setelah pemakaman jenazah Junus Jahja di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Junus Jahja menerima Bintang Mahaputra semasa pemerintahan BJ Habibie dan pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Arifin Siregar yang ditemui di rumah duka mengatakan, Junus Jahja adalah seorang yang menunjukkan komitmen ke-Indonesia-an secara penuh. ”Dia mendorong sesama warga negara untuk berbaur dan saling memahami,” kata Siregar. (Ong)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X