Remaja Yogya Terima Penghargaan dari Michelle Obama - Kompas.com

Remaja Yogya Terima Penghargaan dari Michelle Obama

Kompas.com - 04/11/2011, 08:17 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Muchamad Fajar Ismail (18), remaja asal Yogyakarta yang mewakili Yayasan Kampung Halaman, menerima penghargaan "2011 National Arts and Humanities Youth Program: International Spotlight Award". Penghargaan diberikan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama di Gedung Putih, Rabu (2/11/2011) malam waktu setempat atau Kamis kemarin.

Organisasi nirlaba yang berlokasi di Yogyakarta itu menerima penghargaan tertinggi di AS pada bidang seni dan kemanusiaan karena dinilai efektif mengembangkan proses pembelajaran dan memberikan keterampilan hidup bagi remaja sejak tahun 2006.

Kreativitas dan kepedulian remaja terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar ditumbuhkan melalui program media dan seni berbasis komunitas. Fajar selama ini aktif dalam program "Youth and Traditional Art".

Ia menggunakan video yang diintegrasikan dengan wayang tradisional untuk mengungkapkan pandangan-pandangan remaja dan komunitasnya terhadap persoalan yang tengah dihadapi.

"Pengalaman dan kesempatan mewakili teman-teman remaja untuk menerima penghargaan Ibu Negara di Gedung Putih ini tidak akan pernah saya lupakan," kata Fajar dalam siaran pers yang diterima Kompas semalam.

Melalui program-program kreatif yang menggunakan media audio-visual dan menghasilkan karya berbentuk "video diary", Fajar semakin menyadari potensi dirinya dan komunitas di mana ia tinggal, termasuk peluang dan tantangan yang ada.

Menurut Fajar, sudah saatnya remaja diberikan tempat dan kesempatan mengekspresikan pandangan, penilaian, atau perasaan oleh komunitas dan masyarakat luas.

Bagi pendiri atau Ketua Yayasan Kampung Halaman Dian Herdiany, penghargaan ini merupakan pengakuan dunia untuk suara remaja, khususnya di Indonesia yang berjumlah sekitar 40 juta jiwa. Sebagian besar remaja seperti halnya Fajar tinggal di daerah dan komunitas transisi yang rentan karena fasilitas yang terbatas.  Padahal, mereka sebenarnya menyimpan banyak potensi yang kerap diabaikan oleh orangtua, guru, komunitas, bahkan negara. 

"Penghargaan ini untuk Fajar dan remaja Indonesia yang telah berkontribusi di komunitasnya meski dengan cara paling sederhana. Bagi kami, mengajak remaja untuk berdaya adalah penting dan harus dilakukan sekarang oleh siapa pun. Kita tidak bisa berkarya di wilayah ini sendirian. Memberdayakan remaja menjadi kunci sukses proses regenerasi," kata Dian.

Rachel Cooper dari  organisasi nirlaba Asia Society yang membidangi Cultural Program and Performing Arts mengatakan, Kampung Halaman tidak hanya mengajak remaja mengidentifikasi potensi dan segala persoalannya, tetapi juga menyadarkan remaja akan posisi pentingnya sebagai agen perubahan.

"Remaja belajar berpikir kreatif dan bekerja dalam tim untuk menyelesaikan masalah agar kehidupan dirinya, keluarganya, dan komunitasnya menjadi lebih baik," kata Rachel.

Kampung Halaman merupakan satu-satunya penerima penghargaan internasional ini. Bersama dengan Kampung Halaman, terdapat 12 organisasi AS dengan program remaja yang juga menerima penghargaan yang dikelola President's Committee on the Arts and the Humanities (PCAH) bekerja sama dengan National Endowment for the Arts (NEA), National Endowment for the Humanities (NEH), dan Institute of Museum and Library Services (IMLS).

Dari penghargaan ini, Kampung Halaman mendapatkan hadiah uang 10.000 dollar AS untuk mendukung program pemberdayaan remaja dan melibatkan lebih banyak remaja dari berbagai komunitas. "Hadiah ini nanti akan kami ubah bentuknya menjadi saham koperasi bagi pegiat Kampung Halaman dan dampingan kami yang selama ini aktif," kata Dian.


PenulisLuki Aulia
EditorMarcus Suprihadi

Terkini Lainnya


Close Ads X