Separuh Keluarga Kaya China Mau Pindah Negara

Kompas.com - 01/11/2011, 10:11 WIB
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.com — Hampir setengah dari keluarga China yang punya kekayaan lebih dari 10 juta yuan (setara Rp 14 miliar) berpikir untuk beremigrasi, terutama demi mencari peluang yang lebih baik buat pendidikan anak-anak mereka. Demikian hasil sebuah survei terbaru.

Menurut survei yang dirilis Hurun Report, yang juga memublikasikan daftar tahunan tentang orang-orang terkaya China, sebanyak 46 persen dari 980 jutawan yang disurvei tengah memiliki pertimbangan untuk meninggalkan China. Sebanyak 14 persen dari mereka telah beremigrasi atau mengajukan aplikasi untuk emigrasi, dan 60 persen ingin meninggalkan China demi mencari pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. Demikian hasil survei yang dilakukan di 18 kota di China sejak Mei sampai September tahun ini, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (1/11/2011).

Para pemimpin China telah menancapkan legitimasi kekuasaan satu partai dalam memacu pertumbuhan ekonomi yang cepat dan standar hidup yang lebih tinggi agar menyebar luas di kalangan penduduk. Namun, Partai Komunis tidak berhasil dalam menangani masalah yang telah lama melanda bangsa itu, termasuk sistem pendidikannya yang kaku, lingkungan sosial yang memburuk, biaya hidup tinggi, dan masalah keamanan makanan. Serangkaian hal itu telah menyebabkan orang-orang kaya memiliki pertimbangan untuk meninggalkan negara tersebut.

"Untuk membeli sebuah rumah di Beijing, harganya sekarang sudah sama dengan yang di luar negeri. Meski begitu, Anda tidak menikmati manfaat lainnya (seperti yang di luar negeri)," kata seorang perempuan bermarga Luo, yang telah beremigrasi ke Inggris, seperti dikutip majalah populer Lifeweek dalam edisi terbarunya. "Untuk tinggal di luar negeri, biaya tidak lebih tinggi, tetapi Anda pasti lebih menikmatinya."

Sepertiga dari orang yang disurvei telah terlibat dalam "investasi imigrasi," yang memungkinkan seseorang untuk pindah setelah ia pada tahap awal setuju untuk menginvestasikan sejumlah uang di negara tujuan. Laporan itu tidak menyebut negara tujuan paling populer bagi emigran China kaya meskipun kantor berita milik negara, Xinhua, mengatakan pada Oktober bahwa Kanada dan Australia merupakan dua negara tujuan yang paling disukai.

Para responden survei itu rata-rata berusia 42 tahun dan punya nilai kekayaan lebih dari 60 juta yuan (Rp 83,6 miliar). Laporan itu disambut dengan kecemburuan di media online. Banyak orang yang mencemooh Pemerintah China.

Sebagian besar pengguna internet di situs microblogging China yang mirip Twitter, yaitu Sina Weibo, mengatakan, mereka akan melakukan hal yang sama jika mereka kaya. "Jika Anda dapat melarikan diri, segeralah melarikan diri," kata seorang microblogger yang menggunakan nama "Jiang Langzi".



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X