AS Hentikan Bantuan ke UNESCO

Kompas.com - 01/11/2011, 09:53 WIB
EditorKistyarini

PARIS, KOMPAS.com - Palestina memenangi dukungan internasional terbesarnya dengan diterimanya negara itu sebagai anggota UNESCO. Namun bagi UNESCO, langkah itu membuatnya kehilangan seperlima dari pendanaannya.

Pemerintah Amerika Serikat langsung menanggapi hasil pemungutan suara di UNESCO yang memenangkan Palestina itu dengan menyatakan tidak akan memberikan kontribusinya pada organisasi PBB itu yang besarnya mencapai 60 juta dollar AS untuk tahun ini. Juga menghentikan pendanaan untuk tahun-tahun mendatang.

UNESCO sangat bergantung pada dana dari AS yang besarnya mencapai 22 persen dari anggaran UNESCO. Namun di masa lalu, organisasi ini berhasil mengatasi kesulitan yang sama, ketika AS di bawah Presiden Ronald Reagan menghentikan bantuan. AS berkontribusi lagi setelah era Presiden George W Bush.

Juru bicara Gedung Putih Jay Carne menyebut keputusan UNESCO sebagai "prematur" dan "mengacaukan upaya masyarakat internasional mencapai rencana perdamaian Timur Tengah yang menyeluruh".

Carney menyebutnya pengalihan dari tujuan memulai kembali negosiasi langsung antara Israel dan Palestina.

Pemungutan suara untuk menentukan keanggotaan Otoritas Nasional Palestina di UNESCO itu berlangsung Senin (31/10/2011). Palestina menjadi anggota penuh organisasi itu dengan perolehan suara 107 setuju, 14 menolak, dan 52 anggota abstain.

Hanya diperlukan 81 suara setuju, atau dua pertiga 173 anggota delegasi yang hadir. Total jumlah anggota UNESCO adalah 195 negara.

Dalam pemungutan suara itu, delegasi Prancis memberi kata "setuju", yang langsung disambut sorak-sorai. Penolakan diberikan oleh AS, Israel, Swedia, Belanda, dan Jerman. Sementara sejumlah sekutu AS seperti Jepang, Inggris, dan Selandia Baru menyatakan abstain.

UNESCO merupakan bagian dari lembaga dunia itu, namun memiliki prosedur keanggotaan berbeda dan bisa mengambil keputusan sendiri soal negara-negara yang menjadi anggotanya.

Dengan keanggotaan Palestina di UNESCO, Church of Nativity (gereja yang didirikan di tempat kelahiran Yesus Kristus) bisa dimasukkan menjadi situs warisan dunia. Dan Palestina sudah menyiapkan permohonan untuk itu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X