Pameran Media Meriahkan Pertemuan Pers Dunia Islam

Kompas.com - 28/10/2011, 11:03 WIB
Penulis M Nasir
|
EditorNasru Alam Aziz

TEHERAN, KOMPAS.com -- Pameran pers internasional yang berlangsung di kota Teheran, Iran, 25 Oktober hingga 1 November 2011, ikut memeriahkan berlangsungnya Pertemuan Persatuan Pers Dunia Islam, Sabtu (29/10/2011). Pertemuan dan pembentukan organisasi Pers Dunia Islam yang diprakarsai Pemerintah Republik Islam Iran semula akan diselenggarakan 25 Oktober, namun kemudian dijadwal ulang sambil menunggu delegasi negara-negara lain.

Sejumlah pemimpin redaksi surat kabar, majalah, kantor berita, media online, dan televisi yang diikuti editor dan wartawan dari 40 negara sudah tiba di Teheran. Dari perwakilan Indonesia yang hadir di Teheran dan bersiap-siap ikut pertemuan ini Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono, Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online Teguh Santosa, Pemimpin Redaksi Republika Nasihin Masha, dan wartawan Kompas M Nasir.

Peserta lain yang sudah hadir sejak Senin antara lain berasal dari Mesir, Afganistan, Turki, Uganda, Rusia, Nigeria, Lituania, Yaman, Palestina, Kanada, Inggris, Afrika Selatan, Syria, Kuba, Pakistan, Etiopia, Srilangka, Malaysia, dan Thailand.

Menurut M Jafar Mohammadzadeh, Wakil Bidang Pers dan Informasi Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran, pembentukan organisasi dan pertemuan ini bertujuan untuk kerja sama media dalam hal meluruskan berita propaganda anti-Islam dan Islamophobia yang semakin nyata belakangan ini. Dengan demikian organisasi yang beranggotakan wartawan, editor, dan para pengelola media Islam dan media umum di negara-negara berpenduduk Muslim ini diharapkan bisa meningkatkan kerja sama secara berkelanjutan. Pertemuan berikutnya bisa diselenggakan di negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

"Silahkan Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan seperti ini," kata Dr MJ Aghajari, Direktur Jenderal Departemen Media Asing Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran.

600 Penerbitan

Pameran media cetak, kantor berita dan online yang diselenggarakan di Imam Khamaini Grand Masalla, Teheran diikuti 600 penerbitan dan media online dari berbagai belahan dunia. Pameran yang dibuka Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran Mohammad Hosseini, bertema "Jihad Ekonomi dan Kemurnian Media".

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sambil menunggu waktu pertremuan baerlangsung, 122 perserta dari luar negeri dan puluhan dari Iran, diajak meninjau kesuksesan Iran dalam membangun sarana pendidikan dan ilmu pengetahuan, seperti perpustakaan nasional di Teheran dan Qom, serta Pusat Komputer Noor yang banyak memproduksi piranti lunak tentang dunia Islam, serta Alquran yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, yang masih dalam proses.

Delegasi juga telah diajak berdiskusi tentang penyelenggaraan media dengan pimpinan media kelompok IRNA, IRIB, Harian Etelaat, dan Iran Daily.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X