Libya Janji Adili Pembunuh Khadafy

Kompas.com - 28/10/2011, 10:52 WIB
EditorKistyarini

BENGHAZI, KOMPAS.com — Penguasa baru Libya mengatakan, Kamis (27/10/2011), mereka akan mengusut pembunuh mantan pemimpin Libya Moammar Khadafy menyusul kecaman internasional atas kematiannya.

"Berkenaan dengan Khadafy, kami tidak akan menunggu siapa pun untuk memberitahu kami," kata Abdel Hafiz Ghoga, wakil pemimpin Dewan Transisi Nasional (NTC) pada konferensi pers di Benghazi.

"Kami telah melakukan penyelidikan. Kami telah mengeluarkan kode etik dalam menangani tawanan perang. Ada beberapa pelanggaran oleh orang-orang, yang sungguh disayangkan menyebut dirinya sebagai revolusioner. Saya yakin itu aksi individual dan bukan aksi revolusioner atau tentara nasional," kata pejabat penting pemerintah sementara itu.

"Kami telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa suatu pelanggaran hak asasi manusia akan diselidiki oleh NTC. Siapapun yang bertanggung jawab atas hal itu (pembunuhan Khadafy) akan diadili."

Ghoga, yang berbicara dalam bahasa Arab, Khadafy dan diterjemahkan oleh seorang penerjemah pemerintah, sedang menanggapi pertanyaan khusus mengenai kematian Khadafy dan kemungkinan penganiayaan Khadafy .

Pernyataannya itu dibuat ketika NATO mempertimbangkan kemungkinan peran baru di Libya menyusul kematian Khadafy yang kontroversial. Sementara Prancis mengatakan PBB akan mengadakan pemungutan suara, Kamis, untuk mengakhiri mandat aliansi itu untuk melakukan perang udara di Libya pada 31 Oktober.

PBB dengan suara bulat, Kamis, telah mengesahkan resolusi yang mengakhiri mandat NATO itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kegelisahan global meningkat perihal bagaimana Khadafy menemui ajalnya di tangan tentara NTC, yang menangkapnya di luar sebuah gorong-gorong  tempat ia bersembunyi menyusul serangan udara NATO.

Gambar video ponsel menunjukkan ia masih hidup pada waktu itu.

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Rabu, telah menyampaikan rasa muaknya kepada media global atas liputannya mengenai kematian pemimpin terguling itu.

"Hampir seluruh keluarga Khadafy tewas. Jenazahnya ditayangkan semua saluran televisi dunia. Anda tidak dapat menyaksikan tanpa rasa muak," kata Putin sebagaimana dikutip oleh kantor-kantor berita.

"Buat apa itu?" kata Putin. "Mereka menunjukkan seorang pria berdarah, terluka, masih hidup tapi dipukuli hingga tewas. Dan mereka menaruh itu semuanya di layar."

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X