Menanti Datangnya Kereta Baru

Kompas.com - 28/10/2011, 05:03 WIB
Editor

Transportasi massal berbasis rel dinilai sebagai jalan keluar memecah rumitnya penyelesaian kemacetan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Salah satu syaratnya, kecukupan kereta penumpang atau gerbong barangnya.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat, jumlah rangkaian yang dibutuhkan untuk mendukung perubahan rute kereta listrik (KRL) di Jabodetabek mencapai 61 rangkaian dengan 584 kereta. Padahal, jumlah rangkaian yang ada hanya 43 rangkaian dengan 336 kereta. Dengan demikian, ada kekurangan 248 kereta.

Ini belum termasuk kebutuhan rangkaian dan kereta di luar Jabodetabek. Seperti disebutkan dalam rencana bisnis PT KAI, hingga 2014 dibutuhkan 144 lokomotif dan tambahan 2.400 gerbong. Ini hanya untuk kebutuhan kereta di Sumatera Selatan dan Jawa.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Arief Heriyanto mengungkapkan, jadwal pengadaan kereta mulai disusun PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Pada tahun 2011 saja, dari rencana 130 kereta yang didatangkan, baru 80 unit yang tiba di Indonesia.

Lalu, dari 2012 hingga 2014, tiap tahun ditargetkan 160 kereta diimpor dan pada 2015 sejumlah 150 kereta. ”Semuanya dari Jepang dalam kondisi bekas, tetapi masih sangat layak pakai di Indonesia,” Arief menjelaskan.

Komisaris PT KCJ Nugroho Indrio menyebutkan, impor kereta bekas dari Jepang sepertinya tidak pernah ada habisnya. ”Jumlahnya di Jepang ribuan. Bekas, tetapi laik pakai. Mereka memenuhi syarat umur, teknologi, lebar rel, dan tegangan listrik yang kami atur,” tuturnya.

Ketua Forum Masyarakat Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengingatkan, impor kereta bekas memang tidak terhindarkan karena harganya lebih murah dibandingkan dengan membeli baru. Namun, ketergantungan Indonesia terhadap kereta impor bekas harus dikurangi agar industri kereta di dalam negeri, dalam hal ini PT Inka, dapat berkembang.

Impor kereta dari Jepang tergolong murah karena merupakan kereta hibah sehingga pihak Indonesia tinggal menyediakan anggaran angkutan ke pelabuhan di dalam negeri. Biaya pengangkutan satu unit kereta Rp 1 miliar, masih jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli kereta baru yang harganya Rp 3 miliar-Rp 3,5 miliar per unit kereta ekonomi berpendingin udara.

Untuk mengurangi ketergantungan pada impor, PT Inka perlu didorong memproduksi sedikitnya 100 unit per tahun. Keuntungan pembelian kereta dari Inka adalah perputaran uang yang tetap mengalir di dalam negeri.

”Biasanya kereta bekas dari Jepang sudah dipakai 10 tahun, nilai fisiknya masih kuat hingga 20 tahun. Pengadaan kereta harus terus dilakukan sebab dari 348 kereta di Jabodetabek, 70 persennya berusia di atas 30 tahun sehingga perlu peremajaan,” Djoko menambahkan.

PT Inka pernah membuat 156 KRL (tanpa lokomotif) pada tahun 1987-2008 dan memproduksi 750 kereta yang harus ditarik lokomotif pada tahun 1985-2008. Sebanyak 50 unit di antaranya diekspor. Antara 1996 dan 2008, PT Inka memproduksi 49 lokomotif dan satu unit di antaranya diekspor. Untuk mengadopsi perubahan teknologi ke arah kereta listrik, harus ada migrasi teknologi dari mekanis ke elektris/digital. (OIN)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X