AS Ancam Stop Dana jika UNESCO Terima Palestina

Kompas.com - 27/10/2011, 10:19 WIB
EditorKistyarini

WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika Serikat, Rabu (26/10/2011), memperingatkan, pemungutan suara oleh UNESCO untuk menerima Pemerintah Otonomi Palestina sebagai anggota penuh dengan hak sebagai negara dapat memaksa Amerika Serikat menghentikan dana buat organisasi tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan, dalam konsultasi individu dan bilateral, Amerika Serikat telah menjelaskan bahwa "ada konsekuensi jika UNESCO melakukan pemungutan suara mengenai ini".

"Kami memiliki keprihatinan mengenai kemampuan kami untuk terus ikut dan kemampuan kami untuk memastikan bahwa UNESCO memiliki manfaat penuh dukungan kami," kata Nuland sebagaimana dikutip AFP, Rabu (26/10/2011).

"Kami telah menunjukkan itu bahwa ada garis merah yang sangat jelas dalam hukum AS, dan jika itu dilanggar di UNESCO, peraturan tersebut dipicu," katanya.

Amerika Serikat menyediakan 22 persen anggaran bagi Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Peraturan AS menetapkan dana akan diputus buat setiap lembaga PBB yang menerima Palestina sebagai anggota penuh PBB, dan semua anggota Kongres AS juga telah mengancam akan bertindak untuk menghentikan dana jika upaya Palestina berhasil.

Pada 5 Oktober, Komite Eksekutif UNESCO melakukan pemungutan suara dengan hasil 40 berbanding 4, dan 14 abstein, untuk menyetujui upaya Palestina, yang sekarang diajukan ke Sidang Majelis Umum PBB.

Jika disetujui, peningkatan statusnya akan merupakan kemenangan kecil diplomatik bagi Palestina, yang saat ini berusaha memperoleh status anggota penuh di PBB, dalam tindakan yang ditentang keras oleh AS dan Israel.

AS telah mengancam akan memveto upaya Palestina itu dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan, tapi AS tak memiliki hak veto di UNESCO dan sejauh ini tak bisa menggelincirkan upaya Palestina tersebut.

Para pemimpin Palestina mengatakan, mereka telah menghadapi tekanan diplomatik yang sangat kuat agar melepaskan permohonan mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.