Warga Mogok, Jalanan dan Toko-toko Sepi

Kompas.com - 27/10/2011, 04:52 WIB
Editor

Kairo, Kompas - Sejumlah kota di Suriah, Rabu (26/10), diwarnai aksi pemogokan umum. Toko-toko di kota Homs, Banias, Aleppo, Latikia, Daraa, dan Idlib tutup. Jalan-jalan di kota-kota itu sepi. Penduduk memilih tinggal di rumah-rumah.

Mogok umum itu diserukan Dewan Nasional Suriah sebagai solidaritas terhadap kota, desa, atau wilayah yang menjadi sasaran serangan militer dan aparat keamanan rezim Presiden Bashar al-Assad terakhir ini. Dewan Nasional Suriah yang dibentuk akhir September lalu merupakan wadah dari semua faksi oposisi Suriah di dalam ataupun di luar negeri.

Dewan Nasional Suriah menegaskan, aksi mogok merupakan pendahuluan atas aksi mogok umum yang lebih luas hingga mencapai tingkat pembangkangan sipil untuk upaya menjatuhkan rezim Bashar al-Assad.

Dewan Nasional Suriah itu menyerukan masyarakat internasional agar segera turun tangan untuk melindungi warga sipil di negara itu. Dewan Nasional Suriah menolak membuka dialog dengan pemerintah selama aparat keamanan dan militer masih melakukan agresi terhadap kota-kota di negara itu.

Anggota jaringan berita Sham (Suriah) yang beroposisi, Ali Hassan, kepada televisi satelit Al Arabiya mengungkapkan, hampir seluruh kota di Suriah melaksanakan mogok umum sesuai seruan Dewan Nasional Suriah.

Di kota Homs, aparat keamanan dan militer dilaporkan melepaskan tembakan ke arah rumah-rumah penduduk dan memaksa mereka membuka toko-toko untuk menggagalkan aksi mogok umum itu.

Ingatkan tragedi Khadafy

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Unjuk rasa malam hari terus berlangsung di beberapa kota dan desa, seperti pedesaan di Provinsi Idlib, Maari Numan, dan Kafr Yahmul. Para pengunjuk rasa menuntut Presiden Bashar al-Assad mundur dan mengingatkan presiden akan kisah tragis Moammar Khadafy.

Delegasi Liga Arab yang dipimpin Qatar, Rabu (26/10), tiba di Damaskus untuk melakukan pembicaraan dengan sejumlah pejabat tinggi Suriah, termasuk Presiden Bashar al-Assad. Sidang Liga Arab pekan lalu di Kairo memutuskan pengiriman delegasi untuk membuka dialog dengan Pemerintah Suriah.

Namun, Dewan Nasional Suriah menyatakan kecemasan atas kemungkinan Liga Arab memberikan konsesi kepada rezim Bashar al-Assad. Salah seorang juru bicara Dewan Nasional Suriah, Basma al-Qadman, kepada televisi satelit Al Arabiya mengatakan, kekhawatiran dewan itu.

”Dialog sebenarnya sudah lewat. Tak ada gunanya melakukan dialog dengan rezim Bashar al-Assad saat ini. Kami tidak percaya lagi dengan janji-janji pemerintahan Bashar al-Assad,” kata Qadman yang berbicara dari Paris. Namun, kelompok oposisi di dalam negeri masih menganggap ada kesempatan digelar dialog hakiki di Suriah. (mth)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.